TERNATE — Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Irfan Daud Syamsudin (48) di perairan belakang Duafa Center, Jumat sore. Warga Kelurahan Maliaro itu dilaporkan hilang sejak pagi hari saat memanah ikan di sekitar perairan belakang Masjid Raya Al-Munawar.
Korban diketahui berangkat mencari ikan sekitar pukul 07.30 WIT dengan mengenakan pakaian selam (wet suit). Keluarga mulai cemas setelah Irfan tak kunjung pulang hingga salat Jumat selesai—sebuah kebiasaan yang tidak lazim bagi korban.
Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Ternate. Tim Rescue Kansar Ternate langsung bergerak ke lokasi menggunakan Rubber Boat dan Sea Rider untuk melakukan penyisiran.
“Sekitar pukul 15.44 WIT, Tim SAR Gabungan menemukan alat panah yang diduga milik korban di sekitar bangkai kapal KMP Pari pada kedalaman 10 meter,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Ternate, Ferdinando Jofandri.
Pencarian dilanjutkan dengan metode free dive oleh Tim SAR Gabungan dari Nukila Dive. Petugas akhirnya mendeteksi keberadaan objek di kedalaman puluhan meter di belakang gedung Duafa Center.
Pada pukul 16.23 WIT, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada sekitar 96 meter arah timur Duafa Center di kedalaman 27 meter.
Jasad korban langsung dievakuasi menuju dermaga apung Nukila Dive sebelum dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi SAR melibatkan Basarnas Ternate, Polairud, TNI-AL, dan Nukila Dive. Setelah korban ditemukan, operasi resmi ditutup dan seluruh unsur dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Perairan sekitar Masjid Raya Al-Munawar dan Duafa Center dikenal sebagai lokasi favorit pemancing ikan di Ternate, namun memiliki kontur dasar laut yang cukup dalam dan rawan arus bawah.