MALUKU UTARA — Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok mencatat permukaan air di 97 sungai berukuran sedang dan kecil telah melampaui batas aman banjir. Dari jumlah itu, 14 sungai mencatat level tertinggi sepanjang sejarah pengumpulan data.
Provinsi Heilongjiang, Jilin, dan Liaoning menjadi wilayah yang paling terpukul setelah Topan Ba Vi mengguyur kawasan timur laut. Pemerintah setempat memfokuskan upaya pada pengeringan genangan, disinfeksi, serta pemulihan jaringan listrik dan distribusi bantuan darurat.
Ribuan warga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Operasi penyelamatan masih berlangsung di beberapa titik yang terisolasi akibat luapan sungai.
Di kota Chongqing, Tiongkok barat daya, hujan lebat yang berlangsung berhari-hari memicu tanah longsor di kawasan perbukitan curam. Bencana itu menewaskan delapan orang, sementara 34 lainnya masih dinyatakan hilang. Pihak berwenang mengevakuasi lebih dari 1.100 jiwa dari zona bahaya.
Medan pegunungan yang terjal dan tanah yang jenuh air meningkatkan risiko bencana sekunder. Tim penyelamat dikerahkan untuk mencari korban hilang di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya pulih.
Kementerian Sumber Daya Air memperkirakan curah hujan di atas rata-rata masih akan terjadi di Tiongkok utara dan selatan. Peringatan dini telah dikeluarkan untuk mengantisipasi banjir susulan di daerah-daerah yang aliran sungainya sudah berada di ambang bahaya.
Sejak awal musim banjir tahun ini, Tiongkok mencatat periode curah hujan lebat yang terkonsentrasi, menyebabkan banjir meluas di sepanjang sungai-sungai kecil dan sedang. Pemerintah pusat telah menginstruksikan otoritas daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat tanggul di titik-titik rawan jebol.
Banjir besar yang melanda wilayah produksi pertanian dan pusat industri di timur laut mulai mengganggu rantai pasok komoditas pangan. Jalur transportasi darat di beberapa kabupaten lumpuh akibat genangan dan longsor. Pemerintah daerah menyiapkan jalur alternatif dan gudang penyangga untuk menjaga stok bahan pokok.
Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah pusat mengenai perkiraan total kerugian ekonomi akibat bencana ini. Namun, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan dana darurat tambahan untuk provinsi-provinsi terdampak.