HALMAHERA TIMUR — Andrias Gorangoitji ditemukan oleh warga di perkampungan Desa Saolat pada Selasa (28/7/2026) pagi, sekitar pukul 09.55 WIT. Ia sebelumnya dilaporkan hilang sejak 23 Juli 2026 saat berangkat mencari kayu gaharu bersama tiga rekannya di kawasan hutan Desa Saolat.
Selama terisolasi di hutan, kakek yang saat kejadian mengenakan baju putih itu hanya mengandalkan garam, kopra, dan ujung daun woka untuk bertahan hidup. Kopra merupakan daging kelapa kering yang biasa diolah menjadi minyak, sementara daun woka adalah jenis daun dari pohon enau atau aren yang kerap digunakan masyarakat pedalaman sebagai bahan atap atau pembungkus makanan.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menyatakan bahwa Tim SAR Gabungan telah membagi area pencarian menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) dengan metode Explore Search and Rescue (ESAR) di hutan Desa Saolat. Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue USS Haltim, Brimob Polda Malut, Polsek Wasile Selatan, BPBD Haltim, Tim Kesehatan Wasile Selatan, serta masyarakat setempat dan keluarga korban.
Berdasarkan keterangan korban kepada tim SAR, selama tersesat ia sempat berpapasan dengan warga suku pedalaman di dalam hutan. Karena merasa takut, Andrias memilih menghindar dan terus berjalan hingga akhirnya menemukan jalur yang menuntunnya ke permukiman.
“Pukul 10.00 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di Desa Saolat dan memastikan bahwa benar korban telah kembali dalam keadaan selamat dan sehat, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Iwan Ramdani.
Setelah korban dinyatakan selamat dan menjalani pemeriksaan medis, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan kondisi kesehatan Andrias dilaporkan baik setelah mendapat perawatan awal dari tim medis setempat.