TERNATE — Keluhan warga soal sulitnya air bersih di Kota Ternate akhirnya terjawab. Perumda Ake Gaale memastikan gangguan distribusi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh kerusakan teknis di fasilitas produksi dan sejumlah titik pipa jaringan.
Direktur Perumda Ake Gaale Ternate, Firman Mudaffar Sjah, menyebut dampak paling signifikan dirasakan warga Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan. Di wilayah ini, kerusakan alat produksi memaksa petugas bekerja ekstra hingga proses perbaikan baru tuntas pada Senin (3/8/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIT.
Firman menjelaskan, keluhan di Fitu terasa lebih lama karena sistem distribusi di wilayah tersebut menggunakan pola giliran, yaitu setiap dua hari sekali. Ketika satu siklus terganggu, warga otomatis menunggu lebih lama untuk mendapatkan pasokan air kembali.
"Untuk di Fitu, proses perbaikan baru selesai pukul 04.00 WIT dini hari. Kondisi ini menyebabkan distribusi air terganggu, apalagi wilayah tersebut menerapkan sistem giliran distribusi setiap dua hari sekali. Ketika terjadi gangguan, dampaknya menjadi lebih lama dirasakan masyarakat," ujar Firman.
Gangguan serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik lain. Firman merinci, Kelurahan Soa mengalami kendala akibat kerusakan pada salah satu mesin produksi. Sementara itu, wilayah Tubo, Maliaro, dan beberapa lokasi lainnya terdampak kebocoran atau kerusakan pada jaringan pipa distribusi.
Meski sempat melumpuhkan layanan, Firman memastikan seluruh kerusakan saat ini sudah ditangani. Perusahaan daerah itu pun mulai memulihkan pasokan air secara bertahap ke wilayah yang sebelumnya terdampak.
"Semua kerusakan sudah selesai diperbaiki. Saat ini distribusi air secara bertahap kembali normal," katanya.
Sebelum perbaikan tuntas, warga RT 06 Kelurahan Fitu mengeluhkan pasokan air yang tidak mengalir hampir sepekan. Kondisi ini memaksa mereka mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan harian.
Sejumlah warga terpaksa menampung air dari sumber lain, sementara sebagian lainnya memilih membeli air dengan biaya tambahan untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci. Keluhan serupa juga muncul dari wilayah lain di Kota Ternate.
Firman menambahkan, pihaknya akan terus memantau sistem pelayanan agar gangguan serupa dapat segera ditangani dan tidak berlangsung lama. Warga berharap keandalan distribusi air bersih ke depan lebih terjamin agar persoalan ini tak terulang.