MALUKU UTARA — Laju peningkatan produksi (ramp-up) di Tambang Emas Pani, Gorontalo, mulai menunjukkan hasil nyata. Pada periode April-Juni 2026, EMAS tidak hanya mencatat kenaikan output emas hingga delapan kali lipat secara kuartalan, tetapi juga produksi perak yang mencapai 29.796 ons, naik dari 3.496 ons pada kuartal I 2026.
Direktur Utama EMAS, Boyke P. Abidin, menyebut kuartal ini sebagai periode penting bagi perseroan. Selain produksi yang menanjak, EMAS resmi mencatatkan sahamnya di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) pada 26 Juni 2026.
"Pencatatan sekunder EMAS di HKEX memperluas akses Perseroan terhadap investor internasional, sekaligus memperkuat platform bagi fase pertumbuhan Pani berikutnya," ujar Boyke dalam keterangan resminya, Senin (3/8).
Seiring tahap ramp-up yang belum usai, biaya produksi EMAS masih bergerak dinamis. Pada kuartal II 2026, cash cost emas tercatat di angka US$890 per ons, sementara all-in sustaining cost (AISC) berada di level US$1.460 per ons. Angka ini masih di luar biaya royalti.
Manajemen menegaskan fluktuasi biaya per unit dalam jangka pendek adalah hal yang wajar dan diperkirakan akan mendekati panduan tahunan seiring normalisasi operasi. Untuk 2026, EMAS mempertahankan panduan cash cost di kisaran US$900-1.100 per ons dan AISC US$1.300-1.450 per ons.
Dari sisi komersial, penjualan emas pada kuartal ini tercatat 6.439 ons, melompat dari 516 ons pada kuartal sebelumnya. Harga jual rata-rata yang direalisasikan mencapai US$4.382 per ons. Adapun penjualan perak belum dibukukan pada periode ini.
Kapasitas awal fasilitas heap leach Pani tercatat 8 juta ton bijih per tahun (Mtpa), lebih tinggi dari rencana awal sebesar 7 Mtpa. EMAS bahkan tengah mengkaji potensi peningkatan kapasitas hingga 10 Mtpa setelah 2026.
Perseroan juga memajukan proyek ekspansi besar-besaran melalui pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL). Pabrik ini telah dikonfigurasi ulang untuk memulai produksi dengan kapasitas 12 Mtpa pada 2028, naik signifikan dari desain awal 7,5 Mtpa. Pada kuartal II 2026, konstruksi CIL pad untuk tangki dan pre-leach thickener telah rampung. Area milling pad ditargetkan selesai pada paruh kedua 2026, dan keseluruhan area CIL rampung pada akhir Desember 2026.
Tender konstruksi pabrik CIL telah diselesaikan pada Juli lalu, dengan mobilisasi kontraktor dijadwalkan mulai kuartal III 2026.
Potensi pertumbuhan jangka panjang Pani juga diperkuat oleh hasil eksplorasi. Pada 8 Juni 2026, EMAS mengumumkan estimasi sumber daya mineral perdana untuk prospek Kolokoa sebesar 42 juta ton bijih dengan kadar 0,33 gram per ton emas, mengandung sekitar 445.000 ons emas.
Temuan ini menambah inventaris sumber daya mineral Pani secara keseluruhan menjadi 333,5 juta ton dengan kandungan sekitar 7,4 juta ons emas. Dengan begitu, cadangan bijih yang dimiliki perseroan semakin solid untuk mendukung operasi jangka panjang.
Hingga 30 Juni 2026, EMAS mengantongi kas dan setara kas sekitar US$62 juta, ditambah fasilitas pinjaman bank yang belum ditarik sebesar US$100 juta. Perseroan juga memiliki akses fasilitas pinjaman pemegang saham dari PT Merdeka Copper Gold Tbk yang belum ditarik dengan total US$485 juta, memberikan ruang likuiditas yang memadai untuk membiayai ekspansi.