Nelayan Pulau Batang Dua Hilang 25 Hari di Samudra Pasifik Ditemukan Selamat Kapal Kargo Prancis, Dievakuasi ke Shanghai

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:43:01 WIB
Nelayan asal Pulau Batang Dua, Esau Sidemo, ditemukan selamat oleh awak kapal kargo berbendera Prancis setelah 25 hari hilang di Samudra Pasifik.

TERNATE — Esau Sidemo (57), nelayan asal Desa Bido, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, dipastikan selamat setelah sempat dinyatakan hilang selama 25 hari di tengah laut. Pria yang terseret arus saat melaut ini ditemukan oleh awak kapal kargo LNG Endeavour berbendera Prancis yang sedang melintas di Samudra Pasifik.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Iwan Ramdani, mengungkapkan informasi awal diterima Command Center SAR Ternate pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIT. Informasi itu disampaikan anggota DPRD daerah pemilihan Batang Dua setelah korban berhasil dievakuasi ke atas kapal.

Kru Kapal Melihat Titik Kecil di Tengah Lautan

Esau pertama kali terlihat secara visual oleh salah satu kru kapal pada 1 Agustus 2026 pukul 17.23 waktu setempat. Perahu kecil yang ditumpanginya sama sekali tidak terdeteksi radar maupun peralatan navigasi kapal, sehingga proses penyelamatan murni mengandalkan kejelian mata awak kapal yang sedang bertugas.

Kapal yang sedang dalam pelayaran menuju Yangshan LNG Terminal, Shanghai, China, itu langsung mengubah haluan mendekati lokasi korban. Saat proses evakuasi berlangsung, Esau sempat melompat ke laut dan berhasil meraih pelampung yang dilempar awak kapal sebelum akhirnya dinaikkan menggunakan gangway dalam kondisi lemah.

Perawatan Medis dan Konsultasi Dokter di Prancis

Tim medis kapal langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa Esau ke rumah sakit kapal. Penanganan dilakukan berdasarkan konsultasi medis jarak jauh dengan dokter di Prancis. Setelah kondisinya berangsur membaik, Esau dipindahkan ke kabin khusus untuk menjalani pemulihan hingga tiba di pelabuhan tujuan.

“Korban saat ini masih berada di atas kapal dan terus dipantau kesehatannya oleh tim medis kapal,” ujar Iwan Ramdani. Basarnas Ternate memastikan pihak kapal telah diminta berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai untuk memfasilitasi proses pemulangan.

Estimasi Tiba di Shanghai 7-8 Agustus 2026

Kapal LNG Endeavour dijadwalkan tiba di Yangshan LNG Terminal, Shanghai, pada 7–8 Agustus 2026. Setelah proses administrasi dan koordinasi dengan perwakilan RI selesai, Esau akan dipulangkan ke Indonesia dan diserahkan kepada keluarganya di Pulau Batang Dua.

Iwan Ramdani menyampaikan apresiasi kepada nahkoda beserta seluruh awak kapal LNG Endeavour atas tindakan cepat dan kepedulian mereka. Basarnas Ternate akan terus memantau perkembangan kondisi Esau Sidemo hingga proses pemulangannya ke Indonesia selesai.

Reporter: Sutomo
Sumber: jurnalone.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top