TERNATE — Di tengah euforia keberhasilan mempertahankan gelar juara umum Porprov V Maluku Utara, Wali Kota Ternate H. M. Tauhid Soleman memastikan pemerintahannya tidak berhenti pada pemberian bonus semata. Pemkot tengah menyiapkan perluasan jaminan sosial bagi para atlet dan pelatih melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kebijakan tersebut disampaikan Tauhid saat menyerahkan bonus kepada atlet dan pelatih di Aula Kantor Wali Kota Ternate, Kamis (6/8). Turut hadir Sekretaris Daerah Rizal Marsaoly, Kepala Dispora Sutopo Abdullah, serta jajaran pengurus KONI Kota Ternate.
Melalui program ini, para atlet dan pelatih akan mendapat jaminan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja maupun cedera yang mungkin terjadi saat menjalani latihan dan pertandingan. Tauhid menilai skema ini krusial agar para insan olahraga bisa fokus mengembangkan prestasi tanpa dibayangi kekhawatiran akan risiko yang dihadapi.
"Kita ingin atlet dan pelatih merasa aman saat berlatih maupun bertanding. Mereka telah membawa nama baik daerah, sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan yang layak," ujarnya.
Langkah ini merupakan bagian dari perluasan program jaminan sosial yang selama ini dijalankan Pemkot Ternate. Sebelumnya, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan juga telah diberikan kepada Ketua RT, imam masjid, pengemudi ojek, dan sejumlah kelompok pekerja rentan lainnya.
Di luar persoalan kesejahteraan, Tauhid mengingatkan agar prestasi juara umum tidak membuat seluruh pemangku kepentingan olahraga cepat berpuas diri. Menurutnya, persaingan antardaerah di Maluku Utara semakin ketat, sehingga KONI dan pengurus cabang olahraga diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh.
"Jangan merasa puas. Daerah lain terus berkembang dan menjadi pesaing yang kuat. Evaluasi harus dilakukan agar kita tetap mampu mempertahankan prestasi pada ajang berikutnya," tegasnya.
Perhatian khusus disorotkan pada cabang olahraga beregu seperti sepak bola dan bola basket putra yang dinilai belum meraih hasil maksimal. Tauhid menegaskan pembinaan atlet usia dini harus menjadi prioritas utama dibandingkan mengandalkan perekrutan atlet dari luar daerah.
"Pembangunan prestasi olahraga harus dimulai dari pembinaan atlet lokal secara berkelanjutan. Itu menjadi investasi jangka panjang bagi Kota Ternate," pungkasnya.