MALUKU UTARA — Saham AMD melonjak sekitar 10% pada perdagangan Senin dan menyentuh rekor intraday USD 615, mendorong kapitalisasi pasar perusahaan chip itu melewati USD 1 triliun untuk pertama kalinya. Reli lima sesi berturut-turut mengerek sahamnya naik sekitar 24%, dengan penguatan lebih dari 180% sepanjang tahun ini, ditopang antusiasme investor pada bisnis AI dan pusat data.
Advanced Micro Devices (AMD) resmi bergabung ke klub perusahaan berkapitalisasi pasar USD 1 triliun. Pencapaian itu diraih setelah reli saham lima hari beruntun, sekaligus menempatkan AMD di depan Intel, pesaing lamanya, yang kini tertahan di angka USD 644 miliar.
Lompatan ini menandai pergeseran besar di pasar semikonduktor. Satu dekade lalu, kapitalisasi pasar Intel sekitar 30 kali lipat AMD. Kini posisinya berbalik, meski AMD masih jauh tertinggal dari NVIDIA yang menguasai pasar akselerator AI dengan nilai sekitar USD 5,4 triliun.
Pendorong Utama: Bisnis Pusat Data dan Chip AI
Pendapatan AMD pada kuartal kedua mencapai USD 11,54 miliar, naik 50% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen pusat data menyumbang USD 6,7 miliar, tumbuh 107% secara year-on-year.
Penjualan chip AI menjadi mesin pertumbuhan utama. Permintaan infrastruktur AI dari perusahaan cloud dan pusat data global membuat lini produk akselerator AMD kebanjiran order, meski pangsa pasarnya belum mendekati dominasi NVIDIA.
Proyeksi Lisa Su dan Sinyal ke Investor
CEO AMD Lisa Su menyebut perusahaan memperkirakan akan menggandakan penjualan pusat data pada 2027. Proyeksi itu tertuang dalam laporan keuangan terbaru AMD.
Target tersebut memperkuat kepercayaan investor bahwa AMD bisa merebut pangsa pasar signifikan di infrastruktur AI. Pasar menilai AMD sebagai alternatif utama selain NVIDIA, terutama bagi perusahaan yang ingin mendiversifikasi pemasok chip.
Intel di Bawah Bayang-Bayang
Di sisi lain, Intel masih berjuang mempertahankan posisinya. Kapitalisasi pasar Intel saat ini USD 644 miliar, tertinggal jauh dari AMD yang baru saja menembus USD 1 triliun.
Perubahan dramatis ini menunjukkan betapa cepat peta persaingan semikonduktor bergeser di era AI. Perusahaan yang lambat beradaptasi dengan kebutuhan chip AI berisiko tertinggal, sementara pemain yang tepat waktu menuai lonjakan valuasi.
Posisi AMD di Pasar Global
Meski baru menembus USD 1 triliun, AMD masih berada di bawah NVIDIA yang kapitalisasi pasarnya sekitar USD 5,4 triliun. NVIDIA tetap menjadi pemasok akselerator AI dominan di pasar global.
Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini relevan karena harga chip AI dan ketersediaan pasokan memengaruhi biaya infrastruktur pusat data lokal. Kompetisi antara AMD dan NVIDIA berpotensi menekan harga dan mempercepat adopsi AI di sektor enterprise.
Ke depan, perhatian investor tertuju pada realisasi target Lisa Su dan apakah AMD mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah persaingan yang semakin ketat.