SOFIFI — Sherly Laos menegaskan bahwa persoalan tingginya kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) di Maluku Utara bukan disebabkan oleh tidak tersedianya vaksin. Pemerintah, kata dia, telah mengalokasikan vaksin secara gratis di berbagai fasilitas kesehatan untuk seluruh anak.
"Masalahnya adalah masih adanya rasa takut dan informasi yang keliru," ujar Sherly dalam keterangannya, Selasa (12/11/2025).
Ia mengungkapkan, Maluku Utara masih menghadapi kejadian luar biasa akibat penyakit yang seharusnya bisa dicegah sejak dini. Bahkan, pada 2025 ini, tercatat ada anak yang meninggal dunia akibat difteri dan polio.
Sherly merinci, imunisasi mampu melindungi anak dari sejumlah penyakit berbahaya. Beberapa di antaranya adalah campak, difteri, polio, tetanus, hingga kanker leher rahim yang kerap menyerang perempuan di usia produktif.
"Bukan dengan pengobatan yang mahal, tetapi dengan imunisasi," tegas Sherly.
Menurut dia, imunisasi justru menjadi langkah paling efektif dan murah dibandingkan harus mengobati penyakit yang sudah terlanjur menyerang. Anak yang tidak mendapat imunisasi memiliki risiko jauh lebih besar mengalami kecacatan hingga kematian akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
Untuk itu, Sherly mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, media, hingga generasi muda, untuk bersama-sama menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
"Vaksin tersedia gratis di sekolah, posyandu, puskesmas, dan fasilitas kesehatan. Mari pastikan setiap anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal," ujarnya.
Sherly menegaskan, imunisasi tidak menyebabkan kelumpuhan maupun kematian seperti yang kerap dikhawatirkan sebagian orang tua. Kekhawatiran tersebut dinilai tidak berdasar dan justru membahayakan keselamatan anak.
Ia menambahkan, memastikan anak tumbuh sehat merupakan investasi penting bagi masa depan Maluku Utara. Anak yang sehat memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.
"Tidak ada hadiah yang lebih berharga bagi seorang anak selain kesempatan untuk tumbuh sehat, belajar, dan meraih cita-cita," tuturnya.
Sherly pun mengajak seluruh masyarakat memperkuat kesadaran tentang pentingnya imunisasi demi melindungi generasi muda di daerah itu. "Mari lengkapi imunisasi, lindungi generasi dan bersama wujudkan Maluku Utara yang lebih sehat menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.