Pencarian

Pencarian 2 Hari Berakhir Duka, Gedalti Pasaribu (19) Ditemukan Meninggal di Air Terjun Jembatan Alam Halmahera Utara

Minggu, 09 Agustus 2026 • 23:14:31 WIB
Pencarian 2 Hari Berakhir Duka, Gedalti Pasaribu (19) Ditemukan Meninggal di Air Terjun Jembatan Alam Halmahera Utara
Tim gabungan mengevakuasi jenazah Gedalti Pasaribu (19) dari kawasan Air Terjun Jembatan Alam, Halmahera Utara, setelah ditemukan meninggal dunia pada Minggu (9/8/2026).

TOBELO — Operasi pencarian terhadap Gedalti Pasaribu (19) di kawasan Wisata Air Terjun Jembatan Alam, Hutan Desa Kokotajaya, Kecamatan Tobelo Utara, Halmahera Utara, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 15.01 WIT, Minggu (9/8/2026), setelah tim gabungan dan masyarakat menyisir lokasi sejak pagi.

Kasi Humas Polres Halmahera Utara IPTU Hopni Saribu membenarkan penemuan tersebut. Korban selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Tobelo untuk dilakukan visum.

Kronologi Pencarian: Dari Penyelaman hingga Jaring Tradisional

Korban dilaporkan jatuh pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIT. Pencarian sempat terhenti dan dilanjutkan kembali Minggu pagi pukul 07.00 WIT oleh warga Desa Ruko dan Kokotajaya sebelum tim SAR tiba.

Tim penyelam dari Sat Polair Polres Halmahera Utara diterjunkan pukul 08.15 WIT, namun kondisi air yang keruh membuat jarak pandang sangat terbatas. Berbagai upaya dilakukan, termasuk penggunaan jaring yang dibawa warga pada pukul 13.20 WIT.

Jaring Sempat Mengenai Korban, Arus Deras Melepaskan

Saat proses penarikan jaring mengelilingi titik jatuhnya air terjun, tim menduga jaring sempat mengenai atau menarik tubuh korban. Namun kuatnya arus di dalam air membuat objek tersebut terlepas.

Tim justru menemukan satu unit speaker mini merek Huper Pro 6 yang diduga ikut jatuh saat peristiwa terjadi. Temuan ini menjadi petunjuk bagi tim untuk mempersempit area pencarian.

Peran Warga dan Kearifan Lokal dalam Pencarian

Memasuki pukul 14.10 WIT, sejumlah tokoh masyarakat dari Desa Ruko, Kokotajaya, dan Popilo meminta kesempatan melakukan pencarian dengan cara sendiri. Permintaan ini berkaitan dengan kepercayaan adat setempat terhadap kondisi sekitar lokasi kejadian.

Upaya tersebut belum membuahkan hasil. Empat warga kemudian menggunakan bambu sebagai alat bantu untuk menjangkau bagian perairan yang sulit diperiksa sebelum akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 15.01 WIT.

Evakuasi Medan Terjal: Perbedaan Ketinggian Capai 150 Meter

Proses membawa korban ke tepian sungai berlangsung cepat, namun tantangan terbesar adalah medan keluar dari kawasan air terjun. Jalur evakuasi berupa kawasan terjal dan bertebing dengan perbedaan ketinggian diperkirakan mencapai 150 meter.

Tim SAR, BPBD, TNI-Polri, dan masyarakat bahu-membahu mengevakuasi korban. Sekitar pukul 17.15 WIT, korban akhirnya berhasil dibawa keluar menuju Desa Kokotajaya dan selanjutnya dibawa ke RSUD Tobelo.

Operasi pencarian resmi berakhir setelah korban ditemukan. Sebelum evakuasi, tim gabungan dan warga menggelar doa bersama yang dipimpin Kepala BPBD Kabupaten Halmahera Utara Hentje Hetaria.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haliyora.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks