31 Inovator Maluku Utara Raih Penghargaan IGA 2025, Sekprov Samsuddin: Inovasi Bukan Hanya Aplikasi

Penulis: Fajar  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 17:47:01 WIB
inovator di lingkungan Pemprov Maluku Utara menerima penghargaan IGA 2025 di halaman Kantor Gubernur, Senin (10/8/2025).

SOFIFI — Sebanyak 31 individu dan tim inovasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara menerima penghargaan pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025. Penganugerahan berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, Senin (10/8/2025), dan dihadiri langsung oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, H. Samsuddin Abdul Kadir.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas terobosan yang dikembangkan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Capaian ini sekaligus menempatkan Maluku Utara di 10 besar nasional IGA 2025 dengan nilai 63,64.

Kunci Keberhasilan: Bukan Sekadar Aplikasi Digital

Samsuddin mengingatkan seluruh jajaran agar tidak berhenti pada pembuatan aplikasi semata. Menurutnya, esensi inovasi justru terletak pada bagaimana pelayanan tersebut dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Inovasi bukan hanya aplikasi, namun dapat berupa pelayanan, khususnya kepada masyarakat,” ujar Samsuddin dalam sambutannya, Senin.

Ia mencontohkan bahwa pembenahan prosedur, percepatan waktu layanan, hingga pengembangan model layanan baru yang menyentuh langsung kebutuhan warga adalah bentuk inovasi yang patut terus digalakkan.

Pertumbuhan Ekonomi 15 Persen Harus Diimbangi Layanan Prima

Momentum penganugerahan ini dinilai krusial di tengah tren positif perekonomian daerah. Samsuddin menyebut pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 15 persen pada kuartal II harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi sebesar 15 persen di kuartal II harus dibarengi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, salah satunya melalui pelayanan publik yang memadai,” katanya.

Ia menekankan bahwa inovasi adalah tulang punggung pembangunan. Hal senada disampaikan Kepala Balitbangda Provinsi Maluku Utara, Ruslan Bian, yang menyebut inovasi secara konkret mampu meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat kemandirian daerah.

Membangun Budaya Kerja, Bukan Sekadar Proyek Penilaian

Samsuddin mengingatkan agar semangat berinovasi tidak berhenti ketika masa penilaian IGA usai. Ia mendorong inovasi menjadi budaya kerja yang konsisten dan berkelanjutan di seluruh lini birokrasi.

“Inovasi bukan berjalan hanya saat ada penilaian, akan tetapi harus terus berkesinambungan demi memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Samsuddin.

Ia mengajak seluruh jajaran Pemprov Maluku Utara menjadikan momentum ini sebagai langkah membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada hasil. “Mari kita jadikan momentum ini membangun budaya kerja adaptif, kolaboratif, inovatif dan output oriented,” pungkasnya.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda, Pemprov Maluku Utara terus didorong menghadirkan inovasi yang tidak hanya memenuhi indikator penilaian, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Reporter: Fajar
Sumber: halmaheranesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top