TERNATE — Sebanyak 64 relawan muda Kota Ternate resmi disiapkan menjadi ujung tombak pelayanan pada Rakernas XII JKPI 2026. Mereka dibagi ke dalam sepuluh tim kerja dengan fungsi yang berbeda-beda, mulai dari pendampingan pemateri hingga pemantauan dampak ekonomi kegiatan.
Rakernas yang mengusung tema "Ternate Episentrum Rempah Dunia" ini diharapkan tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang datang ke kota pusaka tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menegaskan bahwa posisi relawan bukanlah pengganti panitia lokal. Mereka adalah lapisan pendukung yang bertugas menjaga pengalaman para tamu, delegasi, pemateri, seniman, hingga pelaku UMKM.
“Rakernas ini memang hanya berlangsung beberapa hari. Namun, kesempatan untuk menunjukkan bahwa anak muda Ternate mampu bekerja secara serius, terorganisir, dan kolaboratif jauh lebih besar daripada durasi acara,” tegas Rizal dalam sambutannya.
Para relawan diminta untuk tidak membuat mekanisme kerja sendiri dan wajib mengikuti sistem yang telah disiapkan panitia pusat serta panitia lokal. Mereka juga dituntut peka terhadap kondisi lapangan, komunikatif, dan cepat merespons persoalan.
Pembagian tim dilakukan untuk memaksimalkan peran masing-masing relawan. Tim Program & Event Experience beranggotakan sembilan orang dan bertugas mendampingi pemateri, performer, area festival, serta pelaku UMKM.
Tim Event & Stage Support berjumlah enam orang membantu kebutuhan backstage dan pergerakan talent tanpa mengambil alih tugas Stage Manager. Sementara Tim Venue, Field & Decoration Support yang terdiri dari tujuh orang bertanggung jawab mendukung kesiapan area, dekorasi ringan, dan kerapian venue.
Lini terdepan informasi dipegang oleh Tim Participant Service & Information yang beranggotakan enam orang. Mereka bertugas mengarahkan pengunjung dan peserta selama acara berlangsung.
Tim Media & Documentation beranggotakan enam orang untuk merekam momen serta suasana di balik pelaksanaan kegiatan. Ada pula Heritage & Cultural Experience sebanyak enam orang yang bertugas memperkenalkan sejarah, narasi rempah, dan budaya Ternate kepada pengunjung.
Untuk kebutuhan konten, Tim Communication & Creative Content beranggotakan enam orang yang mengolah dinamika lapangan menjadi cerita human interest di media sosial. Tim Administration, Finance & LPJ terdiri dari lima orang untuk menangani persuratan dan pengarsipan laporan pertanggungjawaban.
Kebutuhan internal para relawan sendiri dipegang oleh Tim Volunteer Care & Logistics yang beranggotakan enam orang, termasuk mengatur jadwal shift dan konsumsi. Terakhir, Tim Data, KPI & Outcome Monitoring beranggotakan tujuh orang yang bertugas mengumpulkan data jumlah pengunjung, transaksi UMKM, serta dampak sosial ekonomi kegiatan.
Selain menjalankan tugas utama, setiap relawan diwajibkan membuat proyek pribadi bertajuk “My JKPI Project”. Proyek ini menggunakan pola Observe ? Solve ? Document ? Share, yang melatih mereka mengamati persoalan di lapangan, mencari solusi, mendokumentasikan proses, dan membagikan hasilnya sebagai portofolio profesional.
Panitia juga menyiapkan Volunteer Awards dengan sejumlah kategori, seperti Best Volunteer, Best Project, Best Heritage Story, dan Best