TERNATE — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Kota Ternate tahun ini berlangsung berbeda dari biasanya. Selain diisi tausiah keagamaan, sekolah menjadikan momen ini sebagai wahana pendidikan karakter dengan melibatkan siswa secara langsung dalam kepanitiaan acara.
Kegiatan yang mengusung tema "Meneladani Akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Kita Wujudkan Generasi yang Berakhlak Mulia Menuju Sekolah yang Harmonis" ini berlangsung lancar di lingkungan sekolah. Tausiah disampaikan oleh Ustaz M. Saleh Sakola di hadapan seluruh warga sekolah.
Belajar Memimpin dari Balik Layar Acara
Berbeda dari agenda seremonial pada umumnya, panitia Maulid tahun ini justru didominasi oleh siswa. Ketua panitia, Muhammad Khadimul Ahrar, yang merupakan siswa kelas XII, mengaku mendapat kepercayaan untuk pertama kalinya memimpin jalannya acara.
"Ini merupakan pengalaman pertama bagi saya menjadi ketua panitia. Tentunya ada tekanan dan tantangan, apalagi persiapannya cukup singkat. Tetapi dengan kebersamaan dan koordinasi dari semua pihak, kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar," ujarnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Ternate, Sabaria Umahuk, menegaskan bahwa keterlibatan siswa dalam kepanitiaan merupakan bagian dari proses pembelajaran di luar kelas. Para siswa diberikan ruang untuk berinisiatif menyusun dan mengatur rangkaian kegiatan, dengan tetap mendapatkan arahan dari pembina dan guru.
"Ini kolaborasi luar biasa dari anak-anak. Inisiatif lebih banyak datang dari mereka, bagaimana mengatur acara dan tetap berkonsultasi dengan panitia maupun kepala sekolah," kata Sabaria.
Persiapan Hanya Lima Hari, Kolaborasi Jadi Kunci
Pembina Rohani Islam (Rohis) SMA Negeri 1 Kota Ternate, Salim Mahifa, mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan hanya berlangsung selama lima hari. Meski singkat, koordinasi antar unsur sekolah langsung digerakkan sejak awal.
"Memang berat karena hanya diberi waktu lima hari, tetapi karena tanggung jawab, kami harus menyukseskannya," jelas Salim. Pihaknya langsung mengoordinasikan Rohis, OSIS, PMR, Pramuka, para wakil kepala sekolah, hingga tata usaha untuk menyusun teknis kegiatan.
Rangkaian acara sendiri diisi dengan tilawah Al-Qur'an, sari tilawah, penampilan sholawat, serta penyampaian laporan ketua panitia. Semua segmen tersebut dikelola langsung oleh siswa dengan pendampingan guru.
Meneladani Akhlak, Bukan Sekadar Seremonial
Sabaria berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Momentum ini diharapkan mampu mendorong para siswa untuk menerapkan nilai-nilai akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
"Kalau kita sebagai manusia mau meneladani Rasulullah secara keseluruhan mungkin mustahil. Tetapi paling tidak, hal-hal kecil yang menjadi ajaran beliau dapat kita terapkan dalam keseharian," katanya.
Senada dengan itu, Khadimul menekankan bahwa generasi muda saat ini merupakan generasi emas yang perlu dibekali karakter kuat dan kepedulian sosial. Menurutnya, inti peringatan Maulid adalah menjadikan keteladanan Nabi sebagai pedoman hidup, bukan hanya sekadar perayaan tahunan.
"Yang paling penting, keteladanan Rasulullah jangan hanya kita dengarkan saat Maulid, tetapi harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena dari situlah karakter generasi muda dapat terbentuk," pungkasnya.