MALUKU UTARA — Guncangan dahsyat yang berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer itu langsung mengganggu sistem kelistrikan di sejumlah wilayah. PLN memastikan tim teknis bergerak cepat memeriksa infrastruktur dari hulu ke hilir, mulai pembangkit, transmisi, hingga jaringan distribusi yang melayani pelanggan.
“Tim PLN terus melakukan pengecekan dan perbaikan, mulai dari pembangkit, transmisi, gardu induk, hingga jaringan distribusi,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F Eko Sulistyono.
Di tengah proses penormalan, PLN sengaja mendahulukan gardu yang menyuplai rumah sakit dan posko pengungsian. Langkah ini diambil agar tenaga medis dan relawan bisa bekerja tanpa hambatan listrik saat menangani korban. Petugas juga melakukan pemeriksaan ketat sebelum jaringan yang sempat padam dialiri kembali, demi keselamatan warga dan petugas di lapangan.
Salah satu infrastruktur penting yang dipastikan aman adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Maumere. Hasil inspeksi menunjukkan pembangkit tersebut dalam kondisi baik dan siap mendukung proses awal penyalaan sistem secara bertahap.
BMKG mencatat guncangan utama sempat memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir. Hingga pukul 07.00 WIB, telah terjadi 54 gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2 yang sempat dirasakan masyarakat. Kondisi ini membuat petugas PLN bekerja dengan kewaspadaan ekstra di lapangan.
Eko menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan, namun tidak mau mengorbankan aspek keselamatan. “Seluruh petugas PLN berkomitmen bekerja tanpa henti untuk memulihkan kelistrikan secepat mungkin. Keselamatan adalah prioritas utama kami,” katanya.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin melaporkan gangguan dapat memantau perkembangan melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, serta kanal resmi perusahaan. Pemulihan total diperkirakan berlangsung bertahap seiring rampungnya pemeriksaan peralatan di wilayah terdampak.
Peristiwa ini menjadi ujian kedua bagi ketahanan infrastruktur kelistrikan NTT dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menguji kesiapan PLN dalam merespons bencana alam berskala besar.