MALUKU UTARA — Amran mengungkapkan bantuan yang telah dikirim hingga hari ini mencapai angka Rp100 miliar. Bantuan tahap awal berfokus pada beras, dan pemerintah tengah menyiapkan opsi penambahan pasokan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan pokok warga terdampak.
“Baru kami mau berangkat hari ini atau besok. Tapi bantuan kami sudah kirim sampai dengan hari ini kurang lebih Rp100 miliar. Sebagai kepala Bapanas. Ada beras. Kemungkinan nanti minyak goreng,” ujar Amran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (18/8).
Ditegaskannya, dana sebesar itu tidak berasal dari donasi masyarakat. Anggaran tersebut diambil dari pos anggaran penanganan bencana yang tersedia di Bapanas, sehingga tidak membebani kas kementerian lain.
Keputusan untuk menggerakkan logistik justru diambil pada Sabtu (15/8), bertepatan dengan hari terjadinya gempa utama. Amran bercerita, ia langsung menghubungi Direktur Utama Bulog untuk memastikan stok beras bisa langsung didistribusikan ke titik-titik pengungsian tanpa menunggu proses tanda tangan kontrak.
“Hari Sabtu langsung kami ambil keputusan. Yang butuh beras, kami telepon Dirut Bulog. Yang butuh beras diberi. Nanti tanda tangannya menyusul. Malam baru saya tanda tangan. Karena ini kemanusiaan. Enggak boleh ditunda,” tegasnya.
Menurut Amran, prinsip utama dalam situasi darurat adalah kecepatan. Urusan administrasi bisa dibereskan belakangan, tetapi kebutuhan makan warga yang kehilangan tempat tinggal tidak bisa menunggu. “Makan itu enggak boleh ditunda. Jadi administrasinya menyusul. Tapi kami sudah tanda tangan semua,” kata dia.
Di tengah kekhawatiran akan lonjakan permintaan pasca-bencana, Amran memastikan cadangan beras pemerintah dalam kondisi sangat aman. Ia menyebut penguatan stok yang dilakukan selama ini membuat posisi cadangan pangan menjadi lima kali lipat lebih besar dari kebutuhan normal.
“Ini kalau dihitung ada 5 kali lipat ya? Ada 5 kali lipat. Aman, aman, aman. Stok kita 5,2 juta. Aman, insyaAllah aman,” pungkas Amran. Jumlah tersebut menjadi bantalan fiskal yang kuat untuk memastikan distribusi ke NTT tidak mengganggu ketersediaan pangan di daerah lain.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 235 kali gempa susulan hingga pukul 14.00 WIB. Kekuatan gempa susulan relatif mengecil, dengan magnitudo terbesar tercatat 6,2. Namun, tren peluruhan aktivitas seismik belum menunjukkan penurunan signifikan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memperkirakan proses penstabilan struktur bumi di kawasan tersebut membutuhkan waktu tidak singkat. Berdasarkan pola gempa merusak sebelumnya di Maluku Utara, aktivitas gempa susulan diprediksi berlangsung selama dua hingga tiga minggu ke depan. BMKG terus memantau pergerakan sesar secara real-time untuk memberikan peringatan dini kepada warga dan tim evakuasi di lapangan.