TERNATE — Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menginstruksikan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera memetakan titik rawan kemacetan dan menyiapkan rekayasa lalu lintas selama rangkaian acara Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-12. Arahan ini disampaikan saat Rizal memimpin apel pagi dalam agenda Rabu Menyapa di lingkungan Dishub, Rabu (19/8) pukul 07.45 WIT.
Menjelang kedatangan delegasi pada 26–31 Agustus 2026, Dishub diminta berkoordinasi dengan Satlantas Polres Ternate untuk melakukan simulasi pengaturan arus kendaraan dan penataan parkir, khususnya di kawasan pedagang Salero. Rizal menegaskan bahwa penataan tersebut tidak boleh mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
"Penataan dilakukan secara persuasif dan humanis, jangan sampai mematikan usaha ekonomi warga," ujarnya di hadapan para pegawai Dishub.
Dalam kesempatan itu, Rizal menyoroti kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai fondasi utama pelayanan publik. Ia menilai komitmen aparatur tidak hanya diukur dari pekerjaan besar, tetapi dimulai dari kepatuhan terhadap hal-hal sederhana seperti hadir tepat waktu dan mengikuti apel.
"Komitmen itu pertama kali dibuktikan dari hal disiplin. Sebelum masyarakat hilang simpati terhadap pemerintah, ASN harus bisa menjadi contoh yang baik dari hal-hal terkecil," tegasnya.
Usai memberikan pengarahan, Sekda melakukan pengecekan kehadiran pegawai di sejumlah bidang, mulai dari Bidang Darat, Bidang Laut hingga Operasional. Pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan sah diminta untuk direkap dan dilaporkan untuk dievaluasi. Namun, Rizal meminta adanya pertimbangan bagi pegawai yang berhalangan karena alasan kemanusiaan, seperti sakit atau musibah keluarga.
Rizal turut mengingatkan jajaran Dishub terkait tata kelola retribusi daerah, terutama retribusi parkir dan pelabuhan. Kepala dinas dan kepala bidang diminta memperketat pengawasan serta menertibkan praktik pemungutan retribusi yang tidak resmi di lapangan.
"Pendapatan daerah harus masuk ke rekening resmi negara. Saya minta Kadis dan Kabid terkait untuk menertibkan hal ini agar tidak menjadi masalah hukum di kemudian hari," tegas Rizal.
Ia menegaskan bahwa pembenahan tata kelola ini penting untuk memastikan seluruh pendapatan daerah tercatat dan dikelola sesuai ketentuan yang berlaku.
Dishub juga diminta memastikan ketersediaan armada transportasi, baliho ucapan selamat datang, serta tim penjemputan di sejumlah pintu masuk daerah, termasuk pelabuhan dan bandara. Hal ini menjadi bagian dari persiapan menyambut puluhan kepala daerah dan pendelegasian dari berbagai kota pusaka di Indonesia.
Rizal berharap jajaran Dishub tidak hanya fokus pada kesiapan menghadapi JKPI, tetapi juga terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan disiplin aparatur, pelayanan transportasi yang maksimal, rekayasa lalu lintas yang matang serta tata kelola retribusi yang tertib, Dishub diharapkan mampu mendukung suksesnya Kota Ternate sebagai tuan rumah JKPI ke-12.