Bahlil Sebut Panas Bumi Kunci Swasembada Energi, Ini Perannya untuk Hilirisasi

Penulis: Ragil  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:32:02 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil menyampaikan potensi panas bumi menjadi kunci swasembada energi nasional di Jakarta.

MALUKU UTARA — Bahlil menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta, menegaskan bahwa potensi panas bumi Indonesia tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Di tengah transisi energi global, sumber daya alam ini menjadi modal besar bagi negara untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang harganya fluktuatif.

Mengapa Panas Bumi Jadi Prioritas?

Menurut Bahlil, panas bumi memiliki keunggulan sebagai sumber energi yang stabil dan ramah lingkungan. Berbeda dengan tenaga surya atau angin yang bergantung pada cuaca, panas bumi bisa beroperasi terus-menerus selama 24 jam.

Keandalan pasokan inilah yang membuatnya ideal untuk memasok kebutuhan listrik kawasan industri besar. Dengan begitu, rantai pasok energi untuk pabrik pengolahan mineral tidak akan terganggu, sebuah syarat mutlak agar hilirisasi berjalan sukses.

Kaitan Erat dengan Hilirisasi dan Asta Cita

Bahlil menghubungkan langsung pengembangan panas bumi dengan target ekonomi jangka panjang. Hilirisasi yang digalakkan pemerintah membutuhkan jaminan listrik dalam jumlah besar dan biaya kompetitif. Jika pasokan energi terbarukan ini dimaksimalkan, biaya produksi industri dalam negeri bisa lebih efisien.

Langkah ini juga menjadi jawaban atas kekhawatiran global tentang jejak karbon. Dengan memakai energi bersih, produk hilirisasi Indonesia akan lebih mudah diterima di pasar internasional yang kini ketat mensyaratkan standar lingkungan.

Langkah Konkret yang Dibutuhkan

Meski potensinya besar, pengembangan panas bumi membutuhkan investasi awal yang tidak sedikit. Bahlil mengindikasikan perlunya dukungan kebijakan dan insentif agar proyek-proyek panas bumi semakin menarik bagi investor.

Ia menekankan bahwa percepatan ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga kolaborasi dengan badan usaha milik negara dan swasta. Jika eksekusinya tepat, Indonesia tidak hanya akan mencapai swasembada energi, tetapi juga memposisikan diri sebagai pemain utama dalam rantai pasok industri hijau global.

Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, di mana kebutuhan energi masa depan tidak lagi menjadi hambatan, melainkan daya ungkit bagi daya saing bangsa.

Reporter: Ragil
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top