Gempa NTT Guncang Labuan Bajo, Pertamina Patra Niaga Siagakan Pasokan Avtur demi Penerbangan Tetap Lancar

Penulis: Ragil  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:21:06 WIB
Petugas Pertamina Patra Niaga memantau ketersediaan stok avtur di Bandara Komodo Labuan Bajo pascagempa NTT.

MALUKU UTARA — Gempa bumi yang melanda wilayah NTT memicu kekhawatiran akan terganggunya rantai pasok energi, khususnya untuk sektor penerbangan. Menyikapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga langsung mengambil langkah antisipatif dengan menyiagakan stok avtur di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Langkah ini merupakan bagian dari protokol tanggap darurat perusahaan untuk menjaga kelancaran operasional bandara di tengah situasi pasca-bencana.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh memastikan distribusi energi tetap berjalan normal. "Kami memastikan pasokan avtur untuk Bandara Komodo Labuan Bajo dalam kondisi aman dan terkendali. Tim kami di lapangan terus berkoordinasi dengan otoritas bandara dan maskapai untuk memantau kebutuhan secara real-time," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip akhir pekan lalu.

Menjaga Denyut Pariwisata dari Udara

Langkah Pertamina Patra Niaga ini bukan tanpa alasan. Labuan Bajo selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan nasional yang sangat bergantung pada konektivitas udara. Terganggunya pasokan avtur dapat berimbas pada pembatalan jadwal penerbangan, yang pada akhirnya merugikan wisatawan, pelaku usaha lokal, hingga citra pariwisata Indonesia di mata dunia.

Dengan memastikan stok bahan bakar pesawat aman, Pertamina Patra Niaga secara tidak langsung turut menjaga roda ekonomi masyarakat sekitar. Sektor penerbangan adalah urat nadi yang menghubungkan Labuan Bajo dengan kota-kota besar lain di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, dan Surabaya.

Antisipasi Bukan Hanya di Bandara

Siaga avtur di Bandara Komodo ini merupakan bagian dari keseluruhan manajemen risiko perusahaan. Selain memastikan stok aman, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan jalur distribusi darurat apabila akses utama terdampak gempa susulan. Langkah preventif ini menjadi standar operasional perusahaan dalam menghadapi bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

Koordinasi yang intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah setempat juga terus dilakukan. Hal ini untuk memastikan setiap perkembangan situasi di lapangan dapat direspons dengan cepat dan tepat. Perusahaan energi pelat merah ini berkomitmen agar tidak ada satu pun sektor vital yang lumpuh akibat bencana.

Keandalan pasokan energi di tengah krisis adalah ujian sekaligus bukti ketangguhan BUMN dalam melayani publik. Dengan kesiapan yang matang, masyarakat dapat tetap tenang dan aktivitas penerbangan di Labuan Bajo diharapkan berjalan normal seperti sedia kala.

Reporter: Ragil
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top