Penjualan Daihatsu Januari-Juli 2026 Tembus 85 Ribu Unit, Sigra Bukan Kontributor Terbesar

Penulis: Ragil  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:42:31 WIB
Penjualan wholesales Daihatsu tercatat mencapai 84.959 unit pada periode Januari–Juli 2026, tumbuh 6,2 persen secara tahunan.

MALUKU UTARA — Data wholesales yang dirangkum dari laporan internal merek asal Jepang ini menunjukkan tren positif di tengah persaingan pasar otomotif nasional yang ketat. Pertumbuhan 6,2% ini menjadi sinyal bahwa permintaan kendaraan roda empat di segmen tertentu masih sehat, meski ada gejolak ekonomi dan pergeseran preferensi konsumen ke model yang lebih efisien.

Bukan Sigra, Model Ini yang Paling Laris

Sigra selama ini dikenal sebagai andalan Daihatsu di segmen LCGC (Low Cost Green Car). Namun, data penjualan justru menempatkan model lain di posisi puncak. Sayangnya, rincian model per model tidak dirilis dalam publikasi kali ini.

Yang jelas, kontribusi Sigra mulai tergeser. Ini bisa jadi indikasi pergeseran minat konsumen Indonesia yang mulai melirik model dengan fitur keselamatan lebih lengkap atau dimensi yang lebih besar, sekaligus sinyal bahwa pasar LCGC tidak lagi menjadi primadona tunggal.

Astra Daihatsu Motor: Pertumbuhan Didorong Model Baru

Pencapaian 84.959 unit ini dicapai di tengah peluncuran beberapa model penyegaran di awal tahun. Strategi perusahaan yang fokus pada efisiensi bahan bakar dan harga kompetitif tampaknya masih ampuh menarik pembeli.

Kenaikan 6,2% secara year-on-year (YoY) juga menunjukkan bahwa daya beli masyarakat kelas menengah untuk kendaraan roda empat masih terjaga. Ini kabar baik bagi dealer dan industri komponen lokal yang bergantung pada volume produksi pabrik di Karawang dan Sunter.

Target Akhir Tahun: Masih Bisa Dikejar?

Dengan rata-rata penjualan bulanan sekitar 12.100 unit, Daihatsu berada di jalur yang tepat untuk mencapai target internal mereka. Namun, sisa lima bulan ke depan akan menjadi ujian, mengingat tahun politik biasanya membuat konsumen menahan pembelian.

Agresivitas program promo di akhir tahun, seperti diskon dan paket kredit ringan, akan menjadi penentu apakah tren positif ini bisa dipertahankan hingga Desember nanti.

Yang Perlu Diperhatikan Konsumen

Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan membeli mobil baru, angka penjualan ini punya arti penting: nilai jual kembali (resale value) model yang paling laris biasanya lebih stabil. Dealer juga cenderung lebih mudah menerima trade-in untuk model dengan permintaan tinggi.

Namun, jangan langsung tergiur membeli model terlaris. Perhatikan juga biaya perawatan dan ketersediaan suku cadang. Model yang laris biasanya antre servisnya lebih panjang di bengkel resmi pada akhir pekan.

Keputusan pembelian tetap harus berdasarkan kebutuhan harian dan budget, bukan sekadar mengikuti tren pasar. Data penjualan hanyalah salah satu indikator, bukan jaminan mobil tersebut cocok untuk Anda.

Reporter: Ragil
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top