TERNATE — Arus kedatangan peserta Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) mulai mengalir ke Kota Ternate. Setelah rombongan perdana tiba menggunakan KM Sinabung, para kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia dijadwalkan menyusul secara bertahap mulai 25 Agustus 2026.
Ketua Panitia Rakernas JKPI yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyebut koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus dimaksimalkan untuk memastikan penyambutan berjalan optimal.
Berdasarkan data awal panitia, 868 peserta telah menyatakan diri hadir dalam agenda nasional tersebut. Namun, Rizal menyebut angka itu masih berpotensi bertambah signifikan menjelang hari pelaksanaan.
“Dari data awal sebanyak 868 peserta terkonfirmasi. Jumlah tersebut diprediksi dapat menembus lebih dari 1.000 orang menjelang hari pelaksanaan,” katanya.
Tingginya jumlah tamu langsung berdampak pada sektor akomodasi. Masa tinggal peserta yang diperkirakan mencapai lima hingga enam hari membuat seluruh kamar hotel di Ternate dipastikan terisi penuh.
Panitia telah berkoordinasi dengan otoritas bandara untuk menyiapkan booth khusus serta lounge penyambutan bagi para tamu. Dari bandara, peserta selanjutnya akan diarahkan menuju akomodasi masing-masing.
“Guna memastikan penyambutan berjalan optimal, koordinasi lintas OPD terus dimaksimalkan,” ujar Rizal.
Selain penyambutan, Pemkot Ternate juga membenahi sejumlah titik strategis kota. Visual berupa stiker dan tulisan “Ternate Kota Rempah” mulai diperbarui agar tampilan kota lebih segar dan menarik dalam menyambut tamu dari berbagai daerah.
Agenda nasional ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi organisasi, tetapi juga momentum ekonomi bagi warga lokal. Rizal memproyeksikan dampak langsung akan dirasakan pelaku UMKM, perajin cenderamata, usaha kuliner, hingga jasa transportasi lokal seperti ojek.
Aktivitas pedagang pasar juga diperkirakan meningkat selama berlangsungnya Rakernas JKPI. Menurut Rizal, kegiatan ini menjadi momentum bagi Ternate untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, pusaka, dan identitasnya sebagai Kota Rempah kepada para kepala daerah dan peserta dari seluruh Indonesia.
Dengan persiapan yang semakin matang, Pemkot Ternate optimistis Rakernas JKPI dapat berlangsung sukses sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian dan promosi pariwisata daerah.