Kelapa Bido hingga Abon Tuna Morotai Curi Perhatian di Jamnas 2026, 1.500 Pengunjung Datangi Stan Maluku Utara

Penulis: Saiful  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:47:31 WIB
Produk unggulan Pulau Morotai seperti Kelapa Bido dan abon tuna dipamerkan di stan Kwarda Maluku Utara pada Jamnas 2026 di Cibubur.

Produk unggulan Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menjadi primadona di stan Kwarda Maluku Utara pada Jambore Nasional (Jamnas) Gerakan Pramuka 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Kelapa Bido, abon tuna, hingga ikan kakatua asin menarik perhatian sekitar 1.500 pengunjung selama pameran berlangsung.

JAKARTA — Stan Kwartir Daerah (Kwarda) Maluku Utara menjadi salah satu tujuan utama peserta Jamnas 2026 yang ingin mengenal potensi daerah dari timur Indonesia. Produk khas Pulau Morotai seperti Kelapa Bido, abon tuna, dan ikan kakatua asin mendominasi antusiasme pengunjung selama pameran di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Penjaga stan Kwarda Maluku Utara, Soleman Buamona, mencatat kunjungan ke stan mencapai sekitar 1.500 orang selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, produk dari Pulau Morotai memiliki keunikan yang tidak ditemukan di stan daerah lain.

Abon Tuna Morotai Jadi Incaran, Padahal Hanya Pajangan

Salah satu produk yang paling banyak ditanyakan adalah abon ikan tuna. Olahan hasil laut ini dinilai memiliki cita rasa dan karakter khas Morotai yang berbeda dari produk serupa di daerah lain.

Sayangnya, abon tuna yang dibawa ke Jamnas kali ini hanya diperuntukkan sebagai pajangan sehingga belum tersedia untuk dijual. "Abon yang dibawa hanya sekadar pajangan, tidak untuk dijual. Padahal banyak pengunjung yang ingin membeli abon ikan tuna tersebut," kata Soleman.

Antusiasme ini dinilai menjadi peluang besar bagi produk olahan perikanan Morotai untuk dikenal lebih luas, khususnya oleh masyarakat dari luar Maluku Utara.

Ikan Kakatua Asin: Warna dan Bentuknya Bikin Penasaran

Selain abon tuna, ikan kakatua asin juga mencuri perhatian pengunjung. Keunikan produk ini terlihat dari warna dan bentuknya yang berbeda dibandingkan ikan asin pada umumnya.

"Yang paling diminati juga ikan kakatua asin. Menurut tamu yang berkunjung, ikan asin ini unik karena memiliki berbagai macam warna dan berbeda dengan ikan asin lainnya," ungkap Soleman.

Stok ikan kakatua asin yang dipamerkan masih terbatas karena hanya disiapkan sebagai sampel untuk kebutuhan pameran.

Pala dan Kenari, Komoditas yang Hanya Ada di Stan Maluku Utara

Tak hanya produk Morotai, pala dan kenari yang merupakan komoditas khas Maluku Utara juga menjadi daya tarik tersendiri. Kedua produk ini tidak ditemukan di stan daerah lain, sehingga pengunjung penasaran untuk mencicipi dan membawanya pulang.

"Untuk suvenir yang lain, mereka lebih tertarik ke kenari dan juga pala. Karena mereka tidak temui di stan yang lain, hanya ada di stan Kwarda Maluku Utara," katanya.

Kehadiran pala dan kenari sekaligus memperkuat promosi identitas Maluku Utara melalui produk lokal yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.

Jamnas 2026 Jadi Etalase Promosi Pariwisata Morotai

Keikutsertaan Morotai dalam Jamnas 2026 tidak hanya memperkenalkan produk pangan dan suvenir. Potensi pariwisata Morotai juga turut dipromosikan kepada peserta yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air.

Melalui promosi ini, Morotai membawa identitas daerahnya ke panggung nasional. Kehadiran Kelapa Bido, abon tuna, ikan kakatua asin, pala, dan kenari diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan perhatian terhadap produk unggulan Maluku Utara.

Jamnas 2026 menjadi ruang strategis bagi daerah untuk memperkenalkan kekayaan budaya, ekonomi kreatif, kuliner, dan pariwisata kepada generasi muda serta masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Reporter: Saiful
Sumber: halmaherapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top