Polda Maluku Utara Rombak Sistem Pengaduan Masyarakat, Targetkan Layanan Terintegrasi dan Responsif

Penulis: Yasir  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:48:02 WIB
Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun membuka Focus Group Discussion (FGD) Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan LXVII Tahun 2026 di Aula Patriatma Ditlantas Polda Maluku Utara, Jumat (21/8/2026).

Polda Maluku Utara berencana mengintegrasikan seluruh kanal pengaduan masyarakat ke dalam satu sistem terpadu. Langkah ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan LXVII Tahun 2026 yang dibuka Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun di Aula Patriatma Ditlantas Polda Maluku Utara, Jumat (21/8/2026). Sistem baru ini dirancang untuk menjadikan Polri lebih efektif, akuntabel, dan responsif terhadap keluhan warga.

TERNATE — Transformasi pengelolaan pengaduan masyarakat menjadi prioritas utama jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara. Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun menegaskan bahwa diskusi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang untuk menghasilkan gagasan konkret yang bisa dievaluasi dan ditindaklanjuti.

“Melalui forum ini, saya berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi secara aktif dan terbuka, sehingga hasil diskusi dapat memberikan manfaat serta menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut,” kata Wakapolda dalam sambutannya di hadapan para pejabat utama Polda Maluku Utara, Jumat (21/8/2026).

Mengapa Pengaduan Masyarakat Perlu Diintegrasikan?

Selama ini, berbagai kanal pengaduan—mulai dari layanan telepon, media sosial, hingga datang langsung ke kantor polisi—sering berjalan sendiri-sendiri. Kondisi ini berpotensi membuat laporan warga tidak terpantau dengan baik. Melalui FGD bertema “Transformasi Pengelolaan Pengaduan Masyarakat melalui Sentra Pelayanan Dumas Terintegrasi Berbasis Kolaborasi Stakeholder”, Polda Maluku Utara ingin menyatukan seluruh kanal tersebut dalam satu sistem.

Wakapolda menekankan bahwa forum ini menjadi tempat bertukar informasi dan menyampaikan masukan konstruktif terkait pelaksanaan tugas serta pelayanan kepolisian. Setiap pandangan yang muncul diharapkan memperkaya pembahasan dan memperkuat sinergi antarinstansi.

Target: Polri yang Efektif, Akuntabel, dan Responsif

Irwasda Polda Maluku Utara Kombes Pol. Andrie Rondonuwu yang bertindak sebagai Project Leader memastikan FGD berjalan terarah, objektif, terbuka, dan konstruktif. Setiap peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan berdasarkan bidang tugas dan pengalaman masing-masing.

“Forum ini diharapkan menghasilkan kesamaan persepsi dan rekomendasi yang tepat serta dapat diterapkan,” ujar Irwasda.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi dan pertukaran gagasan antarpeserta. FGD ini dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Maluku Utara serta para Kasiwas Polres/Ta jajaran. Kegiatan menjadi bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan dan evaluasi kinerja Polri agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat Maluku Utara.

Reporter: Yasir
Sumber: jurnalone.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top