26 Hari Terombang-ambing di Samudra Pasifik, Nelayan Ternate Esau Sidemo Dikunjungi Kapolda Maluku Utara

Penulis: Yasir  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:25:31 WIB
Kapolda Maluku Utara mengunjungi kediaman nelayan selamat Esau Sidemo di Desa Bido, Ternate, Minggu (23/8/2026).

TERNATE — Seorang nelayan yang selamat dari drama 26 hari terombang-ambing di Samudra Pasifik mendapat perhatian langsung dari Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman. Ia mendatangi kediaman Esau Sidemo di Desa Bido, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, pada Minggu (23/8/2026). Kunjungan itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan wujud kepedulian institusi Polri terhadap warga yang mengalami musibah.

Esau ditemukan dalam kondisi selamat oleh kapal kargo LNG Endeavour berbendera Prancis di koordinat 07°33.5? N / 138°59.7? E. Ia sempat hilang kontak sejak melaut pada 7 Juli 2026. Selama hampir satu bulan, laut menjadi satu-satunya dunia yang ia miliki.

Bertahan dengan Air Laut dan Ikan Mentah

Dalam kondisi terdesak di tengah lautan lepas, Esau melakukan segala cara untuk mempertahankan hidup. Ia meminum air laut, menangkap ikan untuk mengganjal perut, dan bahkan terpaksa meminum air kencingnya sendiri. Semua dilakukan dengan satu tujuan: menunggu pertolongan datang.

Kapolda menyebut pengalaman Esau sebagai sesuatu yang luar biasa. Ia menilai ketahanan fisik dan mental nelayan tersebut patut menjadi pelajaran berharga, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari laut.

“Beliau ini terdampar di Samudra Pasifik kurang lebih 26 hari dan masih bisa bertahan hidup sebelum dievakuasi oleh kapal berbendera Prancis,” ujar Arif Budiman usai mengunjungi Esau.

Pesan Keselamatan untuk Nelayan Maluku Utara

Di balik kisah heroik tersebut, Kapolda mengingatkan para nelayan agar tidak memaksakan diri melaut saat kondisi cuaca tidak bersahabat. Gelombang tinggi dan angin kencang menjadi faktor utama penyebab nelayan tersesat atau mengalami kecelakaan di laut.

“Pesan saya ke semua nelayan, jangan paksakan diri melaksanakan aktivitas melaut jika gelombang tinggi,” tegasnya.

Maluku Utara yang dikenal sebagai daerah kepulauan memiliki ribuan nelayan tradisional yang setiap hari berhadapan dengan dinamika laut. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama sebelum memutuskan untuk berlayar.

Bantuan Sembako dan Rasa Terima Kasih Esau

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Maluku Utara bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku Utara, Kapolres Ternate, serta jajaran Polres Ternate menyerahkan bantuan sembako kepada Esau dan keluarganya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban setelah Esau kehilangan waktu produktifnya selama hampir sebulan.

Esau, dengan segala keterbatasannya, menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada Kapolda dan jajaran. Ia mengaku perhatian tersebut sangat berarti bagi keluarganya.

“Tidak banyak yang bisa kami sampaikan selain ucapan terima kasih. Bantuan berupa sembako ini merupakan bukti kepedulian Polri terhadap kami,” kata Esau.

Kisah Esau bukan sekadar cerita tentang nelayan yang tersesat. Ia adalah pengingat bahwa laut adalah sumber kehidupan, tetapi keselamatan harus selalu menjadi yang utama. Pengalaman pahit ini diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh nelayan di Maluku Utara untuk lebih waspada terhadap kondisi alam sebelum melaut.

Reporter: Yasir
Sumber: poskomalut.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top