Lomba Sihir Meriahkan Styles LAND Kemang, Padukan Musik dan Ruang Kreatif

Penulis: Ragil  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 10:35:01 WIB
Lomba Sihir tampil membawakan lagu-lagu mereka dalam acara Styles LAND di Lippo Mall Kemang, Jakarta.

MALUKU UTARA — Suasana Lippo Mall Kemang berubah menjadi panggung apresiasi seni ketika Lomba Sihir membawakan lagu-lagu mereka di Styles LAND. Lebih dari sekadar pertunjukan musik, penampilan ini menjadi perayaan atas cerita dan keresahan yang dekat dengan keseharian anak muda perkotaan.

Ruang Kreatif yang Menghidupkan Ekosistem Musik

Styles LAND hadir sebagai konsep baru yang menggabungkan musik, kreativitas, dan komunitas dalam satu area. Kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan peran ruang ini dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Inisiatif ini mempertemukan musisi, kreator, dan masyarakat dalam pengalaman yang lebih personal. Bukan sekadar tempat nongkrong, Styles LAND dirancang sebagai wadah interaksi langsung antara seniman dan pengunjung.

Perjalanan Lomba Sihir dari Album Perdana hingga Obrolan Jam 3 Pagi

Lomba Sihir terbentuk dengan formasi Natasha Udu (vokal), Rayhan Noor (vokal dan gitar), Enrico Octaviano (drum), Tristan Juliano (kibor), dan Hindia (vokal). Mereka dikenal karena keberanian mengeksplorasi genre mulai dari pop, rock, country, hingga EDM.

Kekuatan utama band ini justru terletak pada lirik yang lahir dari percakapan dan pengalaman pribadi para personelnya. Pendekatan ini membuat karya mereka terasa jujur dan mudah diterima pendengar yang tumbuh di tengah perubahan sosial yang cepat.

Dua Album yang Mewakili Dua Fase Kehidupan

Perjalanan bermusik mereka dimulai dengan album Selamat Datang di Ujung Dunia (2021). Album ini banyak terinspirasi dari pengalaman bertahan hidup di Jakarta dan dinamika kehidupan perkotaan yang kompleks.

Empat tahun berselang, Lomba Sihir merilis Obrolan Jam 3 Pagi (2025) dengan tema yang lebih intim. Album ini menyentuh persoalan cinta, kehilangan, harapan, dan penyesalan—topik yang sering muncul dalam diskusi-diskusi larut malam.

Musik yang Tetap Terasa Personal di Panggung Besar

Karakter musik Lomba Sihir yang mampu terasa intim sekaligus enerjik menjadi alasan mereka cocok mengisi ruang seperti Styles LAND. Penampilan mereka membuktikan bahwa musik independen Indonesia memiliki tempat di tengah industri hiburan arus utama.

Kolaborasi antara band dan ruang kreatif semacam ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan musik independen di Indonesia. Semakin banyak ruang yang membuka pintu bagi musisi lokal, semakin kaya pula warna industri musik nasional.

Reporter: Ragil
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top