TIDORE — Rombongan DPRD Maluku Utara datang langsung ke RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie untuk melihat dari dekat kesiapan layanan jantung terpadu yang baru berjalan. Direktur RSUD, dr. Rosita Alkatiri, memaparkan bahwa Gedung Jantung Terpadu telah diresmikan Gubernur Maluku Utara pada 28 Agustus 2026 dan mulai melayani pasien sejak 1 September 2026.
Sejak gedung itu beroperasi, seluruh alur pelayanan jantung dipusatkan dalam satu bangunan. Poliklinik hingga tindakan lanjutan tidak lagi tersebar di beberapa titik.
"Mulai dari poliklinik sampai dengan pelayanan lainnya sudah berada dalam satu gedung, sehingga pelayanan jantung dapat terintegrasi dan terpadu," kata dr. Rosita.
RSUD saat ini sudah menjalankan tindakan kateterisasi jantung (catlab) dan pemasangan ring jantung. Layanan operasi jantung terbuka tengah disiapkan dan ditargetkan beroperasi November 2026.
Persiapan itu melibatkan pendampingan dari Rumah Sakit Harapan Kita, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan Rumah Sakit Cileungsi. Rosita berharap kelengkapan alat maupun tenaga bisa segera rampung agar pasien jantung tidak lagi dirujuk ke luar daerah.
Di sisi sarana-prasarana, RSUD mengajukan sejumlah kebutuhan mendesak. Bangunan tua di sisi timur rumah sakit direncanakan dibongkar dan dibangun kembali setelah proses pemusnahan aset selesai.
Keandalan listrik menjadi perhatian utama. Genset berkapasitas 500 KVA yang ada saat ini dinilai tidak mencukupi kebutuhan gedung baru.
"Kebutuhan genset ini sudah kami ajukan dalam APBD Perubahan. Kami berharap dapat mendapat dukungan karena kapasitas yang ada saat ini belum cukup untuk mendukung gedung baru," ujar dr. Rosita.
Rumah sakit juga meminta dukungan DPRD dan pemerintah daerah untuk pembenahan sarana-prasarana yang dinilai sudah cukup tua.
Ketua DPRD M Iqbal Ruray menyampaikan apresiasi atas pemaparan pihak rumah sakit. Ia menegaskan komitmen DPRD mengawal kebutuhan prioritas RSUD, termasuk usulan genset dalam APBD Perubahan.
"Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan rujukan di Maluku Utara agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang semakin lengkap di daerah," kata Iqbal.
Dengan layanan jantung terpadu yang berjalan penuh, warga Maluku Utara diharapkan tak perlu lagi menempuh perjalanan ke luar provinsi untuk penanganan jantung. Operasi jantung terbuka pada November 2026 menjadi ujian berikutnya bagi kesiapan alat dan tenaga medis di RSUD Chasan Boesoirie.