MALUKU UTARA — BYD resmi meluncurkan Atto 2 terbaru di pasar China dengan harga mulai 74.800 yuan atau sekitar Rp 190 jutaan. SUV listrik kompak ini menawarkan jarak tempuh hingga 501 km berkat baterai Blade 51,13 kWh, naik signifikan dibanding model sebelumnya. Di China, model ini dikenal dengan nama Yuan UP Feichi Edition dan tersedia dalam lima varian.
Lima varian Atto 2 terbaru seluruhnya mengusung motor listrik berdaya 70 kW atau setara 94 hp dengan torsi 180 Nm. Langkah ini berbeda dari Yuan UP sebelumnya yang masih menyediakan pilihan motor 130 kW di varian tertentu. BYD kini memilih menyeragamkan output tenaga di seluruh lini.
Baterainya memakai Blade Battery berbasis lithium iron phosphate (LFP) produksi FinDreams Battery, anak perusahaan BYD. Tiga pilihan kapasitas tersedia:
Pengisian cepat DC dari 30% ke 80% diklaim memakan waktu sekitar 30 menit. Angka 501 km ini menjadi daya tarik utama di kelasnya, meski perlu dicatat standar CLTC umumnya lebih optimistis dibanding siklus pengujian Eropa maupun Indonesia.
Dari sisi ukuran, Atto 2 terbaru masih mempertahankan dimensi model sebelumnya. Panjang 4.310 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.675 mm, dan wheelbase 2.620 mm. Mobil ini dibangun di atas platform e-Platform 3.0 dengan teknologi Cell-to-Body yang mengintegrasikan baterai ke struktur bodi.
Suspensi depan memakai MacPherson strut, sementara belakang torsion beam. Kombinasi ini umum di segmen SUV listrik kompak dan mengutamakan efisiensi ruang kabin ketimbang kenyamanan suspensi independen.
BYD menambahkan dua pilihan warna anyar, yakni Energetic Yellow dan Oxygen Blue. Varian tertinggi mendapat pelek alloy 17 inci dengan desain low-drag yang dirancang mengurangi hambatan udara demi efisiensi baterai.
Perubahan paling terasa ada di kabin. Tuas transmisi kini dipindahkan ke batang di balik lingkar kemudi, membuat konsol tengah lebih lega untuk penyimpanan. Setir mengadopsi desain palang dua.
Fitur kenyamanan mencakup jok depan dengan pemanas dan ventilasi, panoramic glass roof dengan sunshade elektrik, ventilasi AC baris belakang, serta akses kunci via NFC smartphone.
Sistem hiburan memakai DiLink 100 dengan layar sentuh 12,8 inci yang dapat diputar antara orientasi portrait dan landscape. Panel instrumen digital berukuran 8,8 inci melengkapi dasbor. Sistem ini mendukung pengenalan suara empat zona, artinya perintah dari penumpang depan dan belakang dikenali secara terpisah.
Varian tertentu dibekali BYD DiPilot C, sistem bantuan mengemudi yang mendukung navigasi otomatis di jalan tol dan parkir otomatis. Fitur ini menempatkan Atto 2 bersaing dengan SUV listrik kompak lain yang mulai mengadopsi teknologi semi-otonom di level serupa.
BYD belum mengumumkan rencana pemasaran Atto 2 terbaru untuk pasar Indonesia. Namun melihat agresivitas BYD di Tanah Air sepanjang tahun ini, model ini berpotensi melengkapi lini SUV listrik mereka di bawah Atto 3. Jika masuk, harga jualnya kemungkinan menyesuaikan kebijakan insentif kendaraan listrik yang berlaku.