Pencarian

Minyak Dunia WTI dan Brent Melonjak 3%, Analis Bicara Dampak ke RI

Senin, 11 Mei 2026 • 11:02:51 WIB
Minyak Dunia WTI dan Brent Melonjak 3%, Analis Bicara Dampak ke RI
Harga minyak mentah WTI dan Brent melonjak 3 persen pada 11 Mei 2026.

JAKARTA — Harga minyak mentah dunia melonjak 3 persen pada Senin (11/5/2026). Acuan West Texas Intermediate (WTI) dan Brent sama-sama menguat. Lonjakan ini berpotensi menekan beban impor energi Indonesia dan mempengaruhi harga bahan bakar di pasar domestik.

JAKARTA — Pergerakan harga minyak dunia pada awal pekan ini kembali menunjukkan tren bullish. Mengutip data pasar energi global, harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Juni 2026 ditutup lebih tinggi. Acuan internasional Brent juga menguat dalam persentase yang sama pada hari yang sama.

Pemicu Lonjakan Harga Minyak Terbaru

Analis pasar energi mencatat kenaikan 3 persen ini didorong sentimen geopolitik dan ekspektasi permintaan yang membaik. Data fundamental dari negara konsumen utama memang belum dirilis resmi. Namun, pergerakan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap pasokan global.

Kenaikan ini menjadi perhatian bagi negara pengimpor minyak seperti Indonesia. Fluktuasi harga minyak dunia secara langsung mempengaruhi biaya subsidi energi dan harga jual bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Dampak ke Harga BBM Domestik dan APBN

Setiap pergerakan harga minyak dunia akan direkalkulasi terhadap asumsi makro dalam APBN. Lonjakan 3 persen dalam satu hari perdagangan berpotensi menambah tekanan pada pos belanja subsidi energi. Risiko ini akan membesar jika tren kenaikan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.

Pemerintah biasanya mengevaluasi harga BBM bersubsidi setiap tiga bulan. Acuannya adalah rata-rata harga minyak internasional dan kurs rupiah. Kenaikan WTI dan Brent saat ini masih dalam batas fluktuasi yang dapat diantisipasi tanpa perubahan harga eceran di SPBU dalam waktu dekat.

Proyeksi Harga Minyak Pekan Ini

Para trader kini mengarahkan perhatian pada data persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut menjadi indikator keseimbangan pasokan dan permintaan global selanjutnya.

Selain itu, keputusan OPEC+ mengenai kuota produksi pada pertemuan mendatang juga menjadi katalis yang dinanti. Pasar memperkirakan aliansi produsen minyak tersebut masih akan mempertahankan kebijakan pengurangan produksi untuk menjaga stabilitas harga.

Bagikan
Sumber: mpnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks