HALMAHERA UTARA — Tim Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menjadi garda terdepan dalam operasi SAR gabungan di lereng Gunung Dukono. Dipimpin Zakaria Barham, bersama Aristo Elly dan Fans Daniel Ambeua, mereka bergerak bersamaan dengan personel TNI, Polri, Basarnas, BPBD, MAPALA, serta relawan warga setempat sejak Sabtu (9/5/2026), sehari setelah letusan mematikan.
Korban Ditemukan Bertahap di Medan Terjal
Proses evakuasi berlangsung penuh hambatan. Medan terjal dan cuaca buruk menjadi tantangan utama tim gabungan. Pada hari pertama, Minggu (9/5/2026), korban pertama Angel Krishela Pradita berhasil ditemukan dan dievakuasi. Dua korban lainnya menyusul keesokan harinya, Senin (10/5/2026).
“Di tengah medan yang ganas dan cuaca tak bersahabat, bersama Tim SAR gabungan kami terus bergerak dengan tetap memperhatikan keselamatan. Kami berupaya menembus berbagai keterbatasan demi harapan menemukan seluruh korban,” ujar Zakaria Barham, Komandan Tim ERT NHM.
Peran Korporasi dalam Respons Darurat
Keterlibatan ERT NHM bukan sekadar prosedur korporat. Perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah itu mengerahkan sumber daya dan kapasitasnya untuk bergabung dalam rantai komando kemanusiaan. Tim rescue NHM menjalankan tugas pelacakan, pemetaan lokasi korban, penyisiran area terdampak, pemberian pertolongan pertama, hingga evakuasi ke titik aman.
Dengan ditemukannya tiga korban, seluruh warga yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat erupsi Gunung Dukono kini telah dievakuasi ke pos penanganan darurat. Operasi SAR gabungan resmi ditutup setelah memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lereng gunung api aktif tersebut.