SANANA — Ketiadaan sejumlah alat medis vital di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Sula kembali dikeluhkan keluarga pasien. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan layanan kesehatan dasar seperti pemeriksaan jantung, laboratorium penunjang diagnosa, hingga cuci darah bagi penderita gagal ginjal kronis. Akibatnya, warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam dan menempuh perjalanan laut ke kabupaten lain atau ibu kota provinsi untuk berobat.
Alat Cuci Darah dan EKG Disebut Tak Ada
Berdasarkan keluhan yang diterima, RSUD Sanana disebut tidak memiliki alat Elektrokardiogram (EKG) untuk merekam aktivitas jantung dasar, Holter Monitor, serta alat pacu jantung (pacemaker). Di unit laboratorium, dua alat utama yang dikeluhkan adalah Hematology Analyzer untuk pemeriksaan darah lengkap dan Spektrofotometer untuk tes biokimia. Tanpa alat-alat ini, dokter kesulitan menegakkan diagnosa secara akurat dan cepat.
"Kami sangat kecewa dengan fasilitasnya. Untuk berobat saja harus jauh-jauh dan keluar biaya besar, padahal ini rumah sakit milik daerah kami sendiri," ujar salah satu keluarga pasien kepada Beritalima.com.
Direktur RSUD Bantah Keras, Sebut Alat Tersedia Kecuali Pacemaker
Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Sanana, Ulia Handayani Ngofangare, membantah informasi yang beredar. Ia menegaskan semua alat yang disebutkan, kecuali alat pacu jantung, sudah tersedia di rumah sakit. "Informasi ini keliru. Semua alat yang disebutkan saat ini tersedia di RSUD Sanana, kecuali alat pacu jantung (Pacemaker), karena memang RSUD Sanana belum memiliki dokter spesialis jantung," tegas Ulia melalui pesan WhatsApp, Kamis (14/5/2026).
Ulia mengakui bahwa alat-alat tersebut kerap mengalami kendala teknis. Ia menyebut faktor pemakaian intensitas tinggi dan pasokan listrik yang tidak stabil sebagai penyebab utama. "Tidak menutup kemungkinan kadangkala terjadi kendala pada alat-alat tersebut karena pemakaian dengan intensitas tinggi dan juga listrik yang tidak stabil menjadi penyebab erornya alat. Namun jika terjadi kerusakan atau gangguan, biasanya kami segera perbaiki dengan cara mendatangkan teknisi maupun suku cadang jika diperlukan," tambahnya.
Kadis Kesehatan Belum Berkomentar, Warga Minta Verifikasi Lapangan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula, Fianty Buamona, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan. Perbedaan informasi yang tajam antara keluhan masyarakat dan penjelasan pihak rumah sakit menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan memverifikasi fakta di lapangan, memastikan kelengkapan dan kelaikan alat kesehatan, serta memperbaiki kualitas pelayanan agar warga Kepulauan Sula mendapatkan hak kesehatan yang layak tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.