KEPULAUAN SULA — Peristiwa tragis ini terjadi saat Hasim Lumbessy melakukan perjalanan dari Desa Kobo menuju Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur. Di tengah perjalanan menyusuri hutan, korban diterkam dan ditelan oleh ular piton raksasa.
Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Handres, membenarkan kejadian tersebut. "Korban diterkam oleh ular piton berukuran 7 meter lalu ditelan hingga korban meninggal dunia," katanya, Rabu (29/7/2026).
Awal Mula Kecurigaan Warga
Peristiwa nahas itu awalnya tidak diketahui oleh siapa pun. Kecurigaan baru muncul saat tiga warga menemukan barang bawaan korban tergeletak di jalan sekitar pukul 16.00 WIT.
Warga yang curiga lantas melakukan pencarian. Mereka melihat jejak ular di sekitar lokasi dan memutuskan untuk mengikutinya.
Ular Ditemukan, Jasad Korban Ada di Dalam Perut
Jejak yang ditinggalkan hewan melata itu membawa warga hingga bertemu dengan ular piton yang telah menelan Hasim Lumbessy. Warga kemudian membunuh ular tersebut untuk mengeluarkan jasad korban.
"Mengikuti jejak tersebut hingga menemukan ular. Warga lalu membunuh ular tersebut untuk mengeluarkan jasad korban dari perut," beber AKBP Handres.
Saat perut ular dibelah, jasad Hasim Lumbessy ditemukan dalam kondisi utuh di dalamnya. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi warga yang kerap melintasi kawasan hutan di wilayah Kepulauan Sula, yang dikenal memiliki populasi ular piton berukuran besar.