TERNATE — Api baru diketahui oleh Susan Setiawati Talaba saat ia terbangun karena suara mencurigakan dari dalam rumah sekitar pukul 02.00 WIT. Ia langsung melihat kobaran api dan asap pekat dari ruang TV.
Dalam kepanikan, Susan membangunkan keempat anaknya yang sedang tidur. Mereka berhasil keluar rumah dan berteriak meminta tolong ke tetangga. Teriakan itu terdengar oleh Fitra Rasyid dan Mala yang kemudian melihat api sudah membesar.
“Saya dengar teriak minta tolong, begitu keluar lihat rumah sudah terbakar. Saya langsung bantu evakuasi dan telepon Damkar,” kata Fitra kepada petugas di lokasi.
Kerugian Capai Rp250 Juta, Satu Rumah Hangus Total
Rumah milik Anto Naya dan Susan Setiawati Talaba itu ludes seluruhnya. Kasi Humas Polres Ternate, IPDA Sudirjo S.I.P, menyebut kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp250 juta.
“Tidak ada korban jiwa. Namun seluruh isi rumah habis terbakar,” ujar Sudirjo saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Personel Polsek Ternate Selatan langsung tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan area dan mengumpulkan keterangan saksi. Satu unit mobil water cannon Polres Ternate dikerahkan bersama empat armada pemadam kebakaran Kota Ternate.
Dugaan Sementara: Korsleting dari Colokan Ruang TV
Berdasarkan pemeriksaan awal, api diduga berasal dari colokan listrik aktif di ruang televisi yang memicu percikan api. Percikan itu dengan cepat menyebar ke material mudah terbakar di sekitarnya.
“Dugaan sementara korsleting listrik. Tim masih melakukan olah TKP lebih lanjut,” tambah Sudirjo.
Korban dan keempat anaknya saat ini mengungsi di rumah warga sekitar. Mereka masih dalam kondisi trauma dan membutuhkan bantuan pakaian serta perlengkapan dasar.
Warga Kelurahan Fitu berharap pemerintah kota dapat memberikan bantuan darurat bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Petugas masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi api muncul kembali.