KASTELA — Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 resmi diluncurkan di Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate, Selasa. Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya rehabilitasi rumah bagi warga berpenghasilan rendah di Kota Ternate dan sekitarnya.
Peluncuran dilakukan secara daring bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait dan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos yang tengah mengikuti rakor di Lombok. Acara dipusatkan di rumah milik Junaidi A. Albugis, salah satu penerima bantuan.
Alokasi Kota Ternate Capai 534 Unit
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Sulawesi I, Erpika Ansela Surira, menyebutkan bahwa total alokasi BSPS untuk Provinsi Maluku Utara tahun ini mencapai 5.284 unit. Dari jumlah tersebut, Kota Ternate mendapat jatah sebanyak 534 unit.
“Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 674 unit. Tahun ini meningkat hampir delapan kali lipat,” kata Erpika.
Nilai Bantuan Rp20 Juta Per Unit Rumah
Setiap penerima bantuan akan mendapat stimulan senilai Rp20 juta untuk merehab atau meningkatkan kualitas rumahnya. Bantuan ini menyasar masyarakat kategori desil 1, yaitu kelompok berpenghasilan rendah di bawah Rp1 juta per bulan.
“Mereka mendapatkan bantuan stimulan perumahan swadaya dari Kementerian PKP. Bantuan ini berupa rehab rumah atau peningkatan kualitas rumah,” jelas Erpika.
Pemkot Ternate Akan Awal Pelaksanaan Program
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyebut program ini sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah bagi warga yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni. Ia berjanji akan mengawal pelaksanaannya agar tepat sasaran.
“Kami harus mengapresiasi dan memberi satu catatan penting bahwa pemerintah negara hadir untuk menyiapkan rumah yang tadinya tidak layak huni menjadi layak huni,” ujar Rizal.
Rizal juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Balai P3KP Sulawesi I. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat, termasuk warga terdampak bencana di Pulau Batang Dua.
Dropping Bahan Bangunan Mulai 25 Mei
Dalam pelaksanaannya, para penerima bantuan akan didampingi tenaga pendamping lapangan sejak tahap verifikasi hingga pekerjaan rumah selesai. Erpika memastikan bahwa dropping bahan bangunan sudah akan dimulai pada 25 Mei mendatang.
“Kami tadi sudah menyampaikan ke Pak Menteri bahwa pada 25 Mei nanti sudah mulai dropping bahan bangunan,” pungkasnya.