SOFIFI — Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menyampaikan apresiasi atas capaian sejumlah daerah yang berhasil mengentaskan kemiskinan dan menurunkan angka stunting serta pengangguran. Keberhasilan ini diakui pemerintah pusat melalui pemberian insentif fiskal senilai total Rp19 miliar.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti kerja kolektif pemerintah daerah, ASN, tenaga layanan publik, dan masyarakat yang terus bergerak,” kata Sherly dalam keterangan resmi yang diterima, Senin lalu.
Insentif untuk Penanganan Kemiskinan dan Stunting
Dalam kategori penanganan kemiskinan dan stunting tingkat kabupaten, Kabupaten Pulau Morotai menjadi yang terbaik dengan insentif Rp3 miliar. Posisi kedua diraih Kabupaten Halmahera Utara dengan Rp2 miliar, disusul Kabupaten Halmahera Tengah di posisi ketiga dengan Rp1 miliar.
Untuk kategori kota, Pemerintah Kota Ternate meraih penghargaan terbaik pertama dengan insentif Rp3 miliar.
Kota Tidore Juara Atasi Pengangguran
Di sektor penanganan pengangguran tingkat kota, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan berhasil menjadi yang terbaik dengan insentif Rp3 miliar. Sementara itu, Kabupaten Halmahera Selatan mendapatkan penghargaan pada kategori inovasi pembiayaan daerah atau creative financing dengan nilai Rp1 miliar.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara sendiri turut menerima penghargaan pada dua kategori sekaligus, yakni penanganan kemiskinan dan stunting serta pengangguran, dengan total insentif sebesar Rp6 miliar.
Harapan Gubernur: Dampak Harus Semakin Luas
Sherly menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Komisi II DPR RI, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atas dukungan yang diberikan. Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh pemerintah daerah untuk mempercepat program pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, dan pembukaan lapangan kerja.
“Ke depan, dampaknya harus semakin luas dan dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya.