Pencarian

Telkom Lancarkan Transformasi "TLKM 30": Rampingkan 55 Anak Usaha, Target Hemat Rp6 Triliun per Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 • 14:30:09 WIB
Telkom Lancarkan Transformasi
Telkom Indonesia resmi meluncurkan program transformasi "TLKM 30" dengan merampingkan jumlah anak usaha menjadi 22 unit bisnis inti.

MALUKU UTARA — Telkom Indonesia memasuki babak baru dengan merombak total struktur bisnisnya. Melalui program "TLKM 30", perusahaan pelat merah itu memangkas jumlah anak usahanya secara drastis. Dari total 55 entitas, hanya sekitar 22 unit bisnis inti yang dipertahankan.

Mengapa Perampingan Ini Penting?

Portofolio Telkom dinilai terlalu gemuk. Banyak anak usaha tumpang tindih, biaya operasional membengkak, dan fokus bisnis terpecah. Dengan menjadi strategic holding, induk perusahaan tidak lagi mengurusi operasional harian secara mikro. Fokusnya hanya pada alokasi modal dan tata kelola perusahaan.

Langkah ini juga menjawab tekanan persaingan di era digital yang menuntut kecepatan dan efisiensi. "Telkom sedang bersiap beralih dari sekadar perusahaan induk operasional menjadi perusahaan induk digital yang strategis," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari paparan internal perusahaan.

Monetisasi Aset: Dari Fiber hingga Menara

Salah satu pilar utama transformasi ini adalah membuka nilai aset (unlocking asset value). Telkom akan memonetisasi infrastruktur bernilai tinggi yang selama ini belum termaksimalkan. Cakupannya meliputi jaringan fiber optik InfraNexia, pusat data NeutraDC, hingga jaringan menara telekomunikasi Mitratel.

Estimasi nilai tersembunyi (embedded value) dari aset-aset tersebut mencapai Rp100 hingga Rp150 triliun. Angka ini akan direalisasikan melalui kemitraan strategis dan pelepasan aset secara bertahap. Dari optimalisasi aset infrastruktur saja, proyeksi kenaikan harga saham diperkirakan mencapai 16 persen, setara tambahan nilai Rp505 per lembar saham.

Dampak ke Investor dan Pasar

Bagi pelaku pasar, angka-angka dalam program TLKM 30 menjadi katalis positif. Selain penghematan tahunan Rp6 triliun dari reformasi tata kelola dan penyebaran modal yang lebih optimal, perampingan portofolio membuat bisnis inti lebih mudah dipantau. Segmen bisnis akan dibagi lebih tajam dengan strategi dan pendorong nilai yang jelas.

Telkomsel sebagai anak usaha utama juga merasakan dampak langsung. Proses penyederhanaan produk dan layanan di lini bisnis seluler menjadi prioritas. Tujuannya agar perusahaan lebih gesit bersaing di tengah adopsi kecerdasan buatan (AI) yang semakin cepat.

Transformasi ini menjadi sinyal bahwa Telkom tidak ingin sekadar menjadi pemain telekomunikasi tradisional. Dengan struktur yang lebih ramping dan fokus pada aset bernilai tinggi, perusahaan menargetkan posisi sebagai jawara telekomunikasi digital kelas dunia. Keberhasilan program TLKM 30 ke depan akan menjadi indikator kunci bagi investor dan industri teknologi di Indonesia.

Bagikan
Sumber: cermati.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks