MALUKU UTARA — Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, mengungkapkan bahwa kerusakan fatal ditemukan pada sambungan SUTET di titik tower 175-176, tepatnya di kawasan Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Satu potong konduktor atau kabel penghantar listrik ditemukan dalam kondisi putus.
Putusnya Kabel Utama, Jutaan Pelanggan Gelap Gulita
“Putusnya kabel utama ini secara otomatis menghentikan transmisi daya dan membuat jutaan pelanggan di Sumatera seketika mengalami gelap gulita,” kata Kombes Pol Taufik Nurmandia, Senin (25/5/2026).
Insiden ini terjadi pada Jumat malam dan dampaknya terasa hingga ke berbagai kota besar, mulai dari Palembang, Jambi, Padang, Medan, hingga Aceh. Pemadaman massal itu tidak hanya melumpuhkan aktivitas rumah tangga, tetapi juga memukul roda perekonomian lokal.
Polisi Tepis Isu Sabotase, Kerusakan Akibat Bencana Alam
Dia menegaskan kembali bahwa putusnya kabel tegangan tinggi tersebut terjadi akibat bencana alam dan cuaca buruk, bukan karena adanya unsur kesengajaan ataupun sabotase. Penegasan ini sekaligus menjawab spekulasi liar yang berkembang di publik pascaperistiwa blackout.
Tim teknis dari PT PLN langsung bergerak cepat melakukan proses penyambungan dan perbaikan pada kabel yang rusak guna memulihkan stabilitas pasokan listrik ke rumah-rumah warga.
Dampak Langsung ke Pelaku Usaha Kecil Menengah
Dampak kerugian ini sangat dirasakan oleh para pelaku usaha kecil menengah (UKM). Salah satunya dikeluhkan oleh Rifani, seorang pemilik kedai kopi di kawasan Telanaipura, Kota Jambi. Ia mengaku aktivitas usahanya lumpuh total selama listrik padam.
Belum ada angka pasti mengenai total kerugian ekonomi yang diderita akibat peristiwa ini. Namun, pemadaman yang melumpuhkan satu pulau selama berjam-jam dipastikan meninggalkan catatan pahit bagi sektor usaha dan kehidupan masyarakat Sumatra.