MALUKU UTARA — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut Presiden menerima paparan langsung terkait kerja sama teknologi robotik dan penguatan pendidikan berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM. “Tadi ada paparan mengenai teknologi, kerja sama robotik, dan bagaimana kerja sama pendidikan terutama STEM untuk mempercepat penguasaan teknologi yang diperlukan bangsa kita,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6).
Peran Danantara dalam Proyek Prioritas Pemerintah
Prasetyo menjelaskan, kunjungan Presiden ke Danantara bukanlah agenda insidental. Pertemuan semacam ini rutin dilakukan karena Danantara memegang peran sentral dalam menjalankan proyek prioritas nasional, termasuk hilirisasi dan industrialisasi.
Menurutnya, langkah ini menandai pergeseran perhatian pemerintah yang mulai menempatkan penguasaan teknologi sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi. Bukan lagi sekadar komoditas, melainkan kemampuan menciptakan produk bernilai tambah tinggi.
Robotik dan STEM: Jembatan Menuju Kemandirian Teknologi
Pendekatan STEM yang dibahas dalam pertemuan itu menjadi kunci. Presiden disebut ingin memastikan sistem pendidikan nasional tak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dengan kebutuhan industri robotik dan teknologi masa depan.
“Kerja sama pendidikan terutama STEM untuk mempercepat penguasaan teknologi yang diperlukan bangsa kita,” ujar Prasetyo menegaskan arah kebijakan yang diinginkan Kepala Negara. Pemerintah tampak ingin memutus ketergantungan pada teknologi asing dengan membangun sumber daya manusia sejak dari bangku sekolah.
Hilirisasi Tak Lagi Cuma Sumber Daya Alam
Selama ini hilirisasi identik dengan pengolahan nikel, batu bara, atau kelapa sawit di dalam negeri. Namun kunjungan Presiden ke Danantara kali ini memberi sinyal bahwa pemerintah mulai memperluas definisi hilirisasi ke sektor teknologi.
Artinya, industrialisasi ke depan tidak hanya berhenti pada pembangunan smelter atau pabrik pengolahan, tetapi juga mencakup pengembangan ekosistem robotik dan perangkat keras berbasis riset dalam negeri. Danantara, sebagai lembaga pengelola investasi pemerintah, disebut akan menjadi motor penggerak perubahan ini.
Dampak Jangka Panjang bagi Ekosistem Teknologi Nasional
Kebijakan ini, jika berjalan sesuai rencana, berpotensi mengubah peta persaingan industri teknologi di Indonesia. Talenta lokal yang selama ini lebih banyak terserap oleh perusahaan asing atau startup digital bisa mulai diarahkan ke sektor manufaktur robotik dan teknik presisi.
Pemerintah belum merinci skema pendanaan atau kerja sama dengan pihak swasta dan perguruan tinggi. Namun langkah Presiden mendatangi langsung Danantara menunjukkan bahwa proyek ini masuk dalam kategori prioritas tinggi yang memerlukan pengawasan langsung dari Kepala Negara.