MALUKU UTARA — Kembalinya Marselino dan Saddil menjadi sorotan utama dalam pengumuman skuad kali ini. Keduanya punya catatan berbeda: Marselino sempat absen karena cedera hamstring, sementara Saddil terakhir kali memperkuat timnas pada Januari 2024—nyaris dua tahun lalu.
Marselino: Pulih dari Cedera, Siap Buktikan Diri
Gelandang serang yang kini dipinjamkan Oxford United ke AS Trencin di Slovakia itu sempat mengalami cedera hamstring. Namun, John Herdman tetap memanggilnya sebagai bagian dari skema lini tengah.
Marselino sudah dikenal sejak era Shin Tae-yong. Di level klub musim ini, ia terus berusaha mengembalikan performa terbaiknya. Laga kontra Oman dan Mozambik akan menjadi ujian nyata sejauh mana kondisi fisiknya pulih.
Saddil Ramdani Akhirnya Kembali Setelah Hampir Dua Tahun
Winger Persib Bandung ini menjadi salah satu kejutan dalam daftar panggilan. Saddil terakhir membela timnas pada Piala Asia 2023 (Januari 2024). Sepanjang musim ini, ia mencatat empat gol dari 32 penampilan di berbagai kompetisi bersama Persib.
Dengan kecepatan dan dribelnya, Saddil memberi opsi tambahan di sisi sayap Tim Garuda. Kehadirannya diharapkan bisa memecah kebuntuan saat menghadapi pertahanan rapat lawan.
Rayhan Hannan dan Muhammad Ferarri: Wajah Lama di Lini Belakang
Rayhan Hannan, gelandang agresif Persija Jakarta, kembali dipanggil setelah terakhir tampil di Piala AFF 2024. Catatannya di BRI Liga 1 musim ini cukup solid: tiga gol dan satu assist dari 17 pertandingan.
Sementara itu, Muhammad Ferarri yang kini membela Bhayangkara Presisi Lampung FC tetap diandalkan meski baru tampil 14 kali musim ini. Dengan 52 penampilan internasional, pengalamannya menjadi modal berharga di lini pertahanan.
Tanpa Jay Idzes, Herdman Uji Kedalaman Skuad
Absennya Jay Idzes karena cedera membuka peluang bagi pemain lain untuk menunjukkan kemampuan. Dua laga FIFA Matchday ini bukan sekadar uji coba, melainkan juga ajang seleksi pemain menjelang turnamen berikutnya.
Oman dan Mozambik dipilih sebagai lawan dengan level berbeda. Oman dikenal solid secara organisasi, sementara Mozambik punya fisik kuat khas tim Afrika. Kombinasi ini diharapkan bisa menguji daya tahan dan taktik Indonesia secara menyeluruh.