MALUKU UTARA — Otorita IKN bersama PT Pamapersada Nusantara dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan komitmen tersebut melalui kegiatan penanaman pohon di kawasan Wanagama IKN, Jumat (5/6/2026). Kawasan hutan seluas 621 hektare yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara itu dikembangkan sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan restorasi ekosistem hutan hujan tropis.
Pulihnya Fungsi Ekologis Kawasan Inti Pemerintahan
Basuki Hadimuljono menyatakan pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik. “Yang kita lakukan di IKN bukan sekadar menanam pohon, tetapi mengembalikan kehidupan alamnya,” ujar Basuki dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (7/6/2026).
Menurut dia, kemunculan beruang madu dan lutung merah yang terpantau kembali merupakan hasil dari upaya rehabilitasi yang konsisten. “Ini menunjukkan bahwa ekosistem yang kita bangun mulai hidup dan memberikan ruang bagi keanekaragaman hayati untuk berkembang,” kata Basuki.
Gerakan menanam pohon dan menjaga lingkungan terus didorong menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat serta aparatur yang tinggal dan bekerja di Nusantara. Langkah ini menjadi pilar utama dalam mewujudkan IKN sebagai kota hutan pintar yang modern, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Wanagama IKN: Laboratorium Alam untuk Restorasi Hutan Hujan Tropis
Rektor UGM Prof. Ova Emilia menekankan bahwa menjaga kesehatan lingkungan adalah investasi jangka panjang. “Kesehatan bumi pada akhirnya akan menentukan kesehatan manusia. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan investasi untuk masa depan,” ujar Prof Ova Emilia.
Ia menambahkan, UGM berkomitmen mendukung pengembangan IKN sebagai smart-forest city. “Kami berharap pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang,” sambungnya.
Sementara itu, perwakilan PT Pamapersada Nusantara, Gunawan Setiadi, menyatakan keterlibatan perusahaannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap konservasi lingkungan. “Kami berharap kawasan ini dapat menjadi laboratorium alam sekaligus pusat edukasi lingkungan yang memberikan manfaat bagi generasi masa depan,” kata Gunawan.
Kembalinya berbagai jenis burung hutan dan mamalia besar ke kawasan IKN menjadi sinyal bahwa konsep smart-forest city mulai menunjukkan hasil nyata. Otorita IKN menargetkan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan terus terjaga seiring bertambahnya populasi dan aktivitas di ibu kota baru.