SOFIFI — Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov Maluku Utara, Armin, memilih bungkam saat dikonfirmasi ihwal lonjakan anggaran pengadaan pakaian dinas gubernur yang hampir menembus Rp1 miliar. Ia tak merespons pesan singkat yang dikirim sejak 1 Juni 2026 hingga upaya terakhir pada 5 Juni lalu.
Dari Tiga Jenis ke Sembilan Jenis dalam Setahun
CBA mencatat perubahan drastis dalam postur anggaran belanja pakaian dinas Gubernur Malut. Pada 2025, hanya ada tiga jenis pakaian dengan total anggaran sekitar Rp550 juta. Memasuki 2026, jumlahnya melonjak menjadi sembilan jenis dengan nilai Rp990 juta.
"Dulu hanya tiga jenis pakaian dinas dengan anggaran sekitar Rp550 juta. Sekarang menjadi sembilan jenis dengan nilai hampir Rp1 miliar. Ada penambahan enam jenis pakaian yang menghabiskan anggaran sangat besar," kata Uchok Sky dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).
Batik Tradisional Rp21 Juta per Paket Disorot
Salah satu item yang paling mencolok adalah pengadaan pakaian batik tradisional. CBA menemukan alokasi Rp390 juta untuk 78 paket, atau sekitar Rp21 juta per paket.
"Dari data yang kami lihat, pengadaan pakaian batik tradisional mencapai Rp390 juta untuk 78 paket. Nilai per paketnya mencapai sekitar Rp21 juta," ungkap Uchok.
Selain batik, anggaran juga mengalokasikan Pakaian Sipil Lengkap (PSL) Rp50 juta untuk 10 paket, Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Rp50 juta untuk 10 paket, dan Pakaian Dinas Harian (PDH-KDH) Rp50 juta untuk 10 paket. Rata-rata harga ketiga jenis pakaian itu sekitar Rp5 juta per paket.
Desakan Penyelidikan ke Kejaksaan Agung
Atas temuan itu, CBA mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut proses pengadaan, baik yang dianggarkan pada 2025 maupun 2026. Uchok menilai kenaikan signifikan dalam waktu singkat patut diduga mengandung pemborosan atau bahkan penyimpangan.
"Kami meminta Kejaksaan Agung untuk membuka penyelidikan terhadap pengadaan pakaian dinas ini agar publik mendapatkan kejelasan terkait penggunaan anggaran daerah," tegasnya.
Menurut Uchok, dana sebesar itu seharusnya bisa diprioritaskan untuk program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat miskin di Maluku Utara.
Konteks: Urban Talk di Jakarta
Sorotan terhadap anggaran ini mengemuka menjelang kehadiran Gubernur Sherly Tjoanda dalam acara Urban Talk yang menjadi bagian dari Jakarta Future Festival di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada awal Juni 2026. Publik pun mempertanyakan urgensi sembilan jenis pakaian dinas baru di tengah kebutuhan dasar warga yang masih tinggi.