MALUKU UTARA — Keputusan Erick Thohir menggunakan Whoosh menunjukkan keseriusannya dalam memotivasi tim. Ia tiba di Bandung siang hari dan langsung menuju lokasi pertandingan yang dijadwalkan kick-off pukul 15.30 WIB. Laga ini masuk dalam kalender resmi FIFA Women’s Friendly Match, sehingga hasilnya akan memengaruhi peringkat Indonesia di mata dunia.
“Timnas Putri harus tetap percaya diri dan terus berjuang. Ini adalah laga yang harus dimanfaatkan oleh tim untuk mengukur kekuatan dan kesolidan secara menyeluruh,” ujar Erick dalam keterangannya.
Evaluasi dari Kekalahan Sebelumnya
Kekalahan dari Singapura menjadi bahan evaluasi utama. Erick menegaskan bahwa hasil buruk itu harus dijadikan motivasi, bukan beban. Ia meminta para pemain untuk menampilkan performa yang jauh lebih baik dan tidak gentar menghadapi tekanan.
“Kekalahan sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk bangkit lebih kuat, serta menampilkan performa yang jauh lebih baik,” tambahnya.
Momentum Kebangkitan Garuda Pertiwi
Pertandingan melawan Kamboja dinilai sebagai kesempatan ideal untuk mengukur kekompakan tim secara menyeluruh. Dengan dukungan penuh dari Ketua Umum PSSI, para pemain diharapkan bisa bermain lepas dan merebut kembali kepercayaan publik.
Langkah Erick Thohir ini juga sejalan dengan program pengembangan timnas putri jangka panjang. Sebelumnya, PSSI telah menggandeng Prancis untuk mengirim pemain ke Clairefontaine, pusat pelatihan elite sepak bola dunia. Dukungan langsung seperti ini diharapkan bisa mempercepat proses adaptasi dan peningkatan kualitas skuad Garuda Pertiwi.