TIDORE — Program Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) atau yang akrab disebut CKG di Kota Tidore Kepulauan tidak lagi sekadar mengobati warga yang sudah sakit. Pemerintah kota ingin mengubah kebiasaan itu: dari datang ke puskesmas saat sakit, menjadi rutin periksa kesehatan sebelum penyakit datang.
Hal itulah yang menjadi pesan utama dalam pertemuan koordinasi dan advokasi PKG yang digelar di Aula RSD Lantai 2 Stroke Center, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, yang hadir mewakili Walikota.
Geser Paradigma: Dari Obati ke Cegah
Dalam sambutannya, Ismail menekankan bahwa program PKG bukan rutinitas birokrasi biasa. Ia menyebutnya sebagai Program Hasil Terbaik Cepat yang membutuhkan sinergi lintas sektor.
“Kita berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya memeriksakan kesehatannya secara berkala. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, kita dapat mengambil langkah tepat untuk mencegah penyakit yang lebih serius,” ujarnya.
Ismail juga mengajak seluruh warga Tidore Kepulauan untuk menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, pemda berkomitmen penuh memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan hak pelayanan medis yang layak tanpa terkendala biaya.
Transparansi Anggaran dan Mutu Layanan Jadi Syarat
Di hadapan para pemangku kepentingan, Sekda menyoroti dua hal krusial yang harus dijaga. Pertama, mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Kedua, pengelolaan dukungan regulasi dan anggaran dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai wadah untuk menyatukan visi, mengevaluasi capaian, serta merumuskan langkah taktis ke depan,” tutup Ismail.
Deteksi Dini Cegah Komplikasi Penyakit
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Citra Febriani, melaporkan bahwa agenda koordinasi ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko kesehatan serta mendeteksi kondisi pra-penyakit. Dengan deteksi dini, penyakit dapat ditangani lebih awal guna mencegah komplikasi.
“Melalui pemeriksaan rutin dan terencana, diharapkan masyarakat bisa lebih proaktif. Hal ini akan menciptakan individu yang produktif dan berkualitas yang berkontribusi pada pembangunan nasional,” jelas Citra.
Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Daerah, Kepala Bidang Kesprimkom Provinsi Maluku Utara, serta para Camat dan Lurah setempat.