SOFIFI — Program GENTING menjadi salah satu dari lima prioritas nasional Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang kini mulai dijalankan di Maluku Utara. Berbeda dengan program pemerintah pada umumnya, inisiatif ini tidak menyentuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Mengapa GENTING Dibutuhkan di Tidore?
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara, Ansar Djainahu, menegaskan bahwa GENTING lahir dari kepedulian bersama. “Semua berjalan dari kepedulian bersama, dari orang tua asuh yang berkomitmen membantu keluarga risiko stunting,” katanya saat peluncuran di Desa Oba.
Ansar menjelaskan, pendampingan yang diberikan tidak hanya soal pemenuhan gizi. Perbaikan sanitasi dan penyediaan hunian layak juga menjadi fokus utama. Hal ini dinilai krusial karena kondisi rumah yang tidak sehat berpengaruh langsung terhadap tumbuh kembang anak.
Rumah Layak Huni Jadi Intervensi Awal
Salah satu bentuk intervensi konkret yang langsung diluncurkan adalah pembangunan Rumah Tidak Layak Huni bagi Keluarga Risiko Stunting (RTLH KRS). Peletakan batu pertama dilakukan bersamaan dengan acara peluncuran GENTING.
Menurut Ansar, rumah yang layak huni menjamin akses keluarga terhadap air bersih dan sanitasi yang baik. “Kondisi hunian berpengaruh terhadap kesehatan keluarga, termasuk akses terhadap sanitasi, air bersih, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Dukungan Penuh dari Pemkot Tidore
Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukumalamo, yang mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah. “Dengan adanya GENTING, kami optimistis target penurunan stunting di Kota Tidore Kepulauan dapat tercapai melalui kerja sama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Ismail.
Pihaknya memastikan sinergi antara BKKBN, unsur Forkopimda, dunia usaha, dan tokoh masyarakat akan terus diperkuat. Program ini dirancang sebagai gerakan berkelanjutan yang mengajak aparatur sipil negara, pelaku usaha, hingga warga biasa untuk berperan aktif sebagai orang tua asuh.
Apa yang Membedakan GENTING dengan Program Lain?
Keunikan program ini terletak pada skema pembiayaannya. Ansar menekankan bahwa GENTING murni berbasis gotong royong. Tidak ada alokasi dari APBN maupun APBD. Semua dana dan bantuan berasal dari partisipasi sukarela para orang tua asuh yang berkomitmen mendampingi keluarga risiko stunting.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan dampak nyata di tingkat akar rumput. Dengan melibatkan langsung masyarakat sebagai penggerak, program ini tidak hanya mengejar angka prevalensi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.