PULAU MOROTAI — Bupati Rusli Sibua menekankan bahwa kesuksesan POPDA XII tidak hanya diukur dari jalannya pertandingan, melainkan juga dari pelayanan yang diberikan kepada seluruh peserta. Ia meminta seluruh OPD bahu-membahu memastikan para atlet, ofisial, dan tamu dari kabupaten/kota lain merasa nyaman selama berada di Morotai.
Dinkes Diminta Awasi Kebersihan Makanan, Bagikan Sarung Tangan ke Penjual
Salah satu instruksi spesifik menyasar sektor kuliner. Bupati meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Morotai untuk membagikan sarung tangan kepada seluruh pelaku usaha kuliner, mulai dari pemilik rumah makan hingga penjaja kue.
"Seluruh makanan yang dijual harus tetap higienis sehingga kesehatan para tamu dan peserta POPDA dapat terjamin," ujar Bupati Rusli Sibua dalam rapat tersebut. Langkah ini diambil untuk menjaga standar kebersihan pangan di tengah keramaian acara.
Disperindagkop dan Dinkes Wajibkan Daftar Menu dan Harga di Setiap Rumah Makan
Tidak hanya soal higienitas, Bupati juga menginstruksikan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) bersama Dinas Kesehatan untuk menyediakan daftar menu beserta harga di setiap rumah makan. Kebijakan ini bertujuan melindungi konsumen dari potensi lonjakan harga selama gelaran berlangsung.
“Yang terpenting, jangan sampai ada lonjakan harga selama pelaksanaan POPDA berlangsung. Kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu yang datang ke Morotai,” tegas Bupati. Menurutnya, meskipun saat ini terjadi inflasi, harga makanan selama POPDA XII harus tetap dijual dengan harga yang wajar dan tidak mengalami kenaikan.
Target: Kesan Positif bagi Peserta dari 8 Kabupaten/Kota
POPDA XII Maluku Utara di Kabupaten Pulau Morotai diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan olahraga, tetapi juga mampu memberikan kesan positif bagi seluruh peserta dan tamu yang hadir. Dengan koordinasi lintas OPD ini, Pemkab Morotai berupaya menjadi tuan rumah yang sigap, mulai dari keamanan hingga kenyamanan konsumsi para tamu.