MALUKU UTARA — Diskusi bertajuk "Memperkuat Nasionalisme Kebangsaan dan Menyiapkan Generasi Pemimpin dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global" itu digelar bertepatan dengan peluncuran Yayasan Vardhana Nawasena Network (VNN) di Hotel GranDhika Iskandarsyah. Acara ini turut membahas isu ketahanan pangan, pengembangan SDM, hingga regenerasi kepemimpinan.
Modal Digital Besar, Arahnya Masih Melenceng
Yudi mengingatkan bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa tingginya aktivitas masyarakat di ruang digital. Namun, potensi itu belum dimanfaatkan secara optimal untuk kemajuan bangsa.
"Potensi untuk berubah itu sebenarnya ada. Yang belum ada adalah inisiatif untuk menyatukan. Netizen Indonesia sangat kuat. Persoalannya, energi itu sering kali digunakan untuk memviralkan hal-hal yang kurang produktif," kata Yudi dalam sesi diskusi.
Menurutnya, teknologi digital kini telah mengambil alih fungsi surat kabar di era perjuangan kemerdekaan sebagai medium penyebaran gagasan. "Kalau dulu para pendiri bangsa menggunakan surat kabar sebagai alat perjuangan, sekarang zamannya sudah berubah. Teknologi digital harus bisa dimanfaatkan untuk memperkuat agenda kebangsaan," ujarnya.
Pembangunan SDM Papua Jadi Sorotan
Dalam forum yang sama, Yudi juga menyoroti kesenjangan pembangunan sumber daya manusia di Papua. Ia menilai masyarakat Papua memiliki potensi besar yang membutuhkan dukungan kebijakan afirmatif.
Pemerataan akses pendidikan, kesempatan belajar, dan kebijakan afirmatif dinilai menjadi kunci agar potensi itu bisa berkembang optimal. Isu ini menjadi salah satu pokok bahasan yang mengemuka di sela diskusi ketahanan pangan dan ekonomi global.
VNN Fokus pada Riset, Film, dan Forum Publik
Ketua Yayasan Vardhana Nawasena Network, Martin Aprildo, menjelaskan organisasinya akan menjalankan sejumlah program strategis. Mulai dari riset kebijakan, forum diskusi publik, hingga produksi film dokumenter.
"Kami ingin menghadirkan informasi yang utuh kepada masyarakat. Tidak hanya melihat suatu persoalan dari satu sisi, tetapi menghadirkan berbagai perspektif sehingga publik bisa memperoleh gambaran yang lebih lengkap," kata Martin.
Salah satu karya perdana mereka adalah film dokumenter berjudul WANAM yang ditayangkan dalam acara tersebut. Film ini bertujuan menyajikan perspektif alternatif mengenai kondisi Papua yang berkembang di ruang publik.
Ke depan, VNN berencana mengangkat isu-isu strategis nasional lain seperti ketahanan energi, pembangunan daerah, dan penguatan SDM. Diskusi akan digelar di berbagai daerah dengan melibatkan pemerintah, akademisi, mahasiswa, serta pengamat untuk menghimpun masukan bagi perumusan kebijakan publik.