MALUKU UTARA — Blizzard akhirnya bergerak untuk menjawab kritik yang selama ini ditujukan pada sistem battle pass Overwatch 2. Melalui blog "Director's Take" yang ditulis oleh product director Chris McCabe, pengembang mengakui bahwa dengan roster yang kini menembus 50+ hero, mustahil bagi satu battle pass untuk memuaskan semua pemain. Alih-alih memaksa pemain menerima skin untuk hero yang tidak pernah mereka sentuh, Season 4 akan memberi kontrol penuh atas reward yang ingin mereka kejar.
Tier Hack: Solusi untuk Skin yang Tak Diinginkan
Fitur paling menarik dari pembaruan ini adalah "Tier Hack". Setiap pembelian premium battle pass, pemain berhak menggunakan satu kali kesempatan untuk meretas (hack) skin legendary di ujung jalur reward dan menggantinya dengan skin dari daftar kurasi yang berisi skin-skin lama dari shop dan loot box.
"Jadi, jika kamu pemain Tank yang tidak tertarik dengan skin Damage dan Support di battle pass-mu, kamu bisa menggunakan Tier Hack untuk menukar skin Cassidy itu dengan skin yang lebih kamu hargai," jelas McCabe. "Mungkin skin Legendary Reinhardt dengan lebih banyak krayon dan lakban daripada krom? Terserah kamu."
Kumpulan skin pengganti ini akan berganti setiap musim dan selalu mencakup hero dari tiga role yang ada. Untuk Season 4, Blizzard menyiapkan 12 skin legendary dalam pool Tier Hack.
Enam Jalur Reward Terpisah
Tier Hack berjalan beriringan dengan perubahan fundamental struktur battle pass. Alih-alih satu jalur linear 80 tier yang harus dibuka berurutan, battle pass kini dibagi menjadi enam bagian. Pemain harus menyelesaikan jalur pengantar yang pendek di awal musim, lalu bebas memilih progres di lima jalur reward lainnya. Pemain bisa berpindah jalur kapan saja tanpa penalti.
Setelah keenam jalur tersebut tuntas, pemain baru masuk ke sistem prestige title dan reward seperti biasa. Blizzard menegaskan bahwa total reward dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pass tidak berubah — hanya cara mengaksesnya yang dibuat lebih fleksibel.
Bukan Konsep Baru, Tapi Tepat Sasaran
McCabe mengakui bahwa sistem multi-track ini bukanlah inovasi baru. Call of Duty, Battlefield 6, dan Diablo 4 milik Blizzard sendiri sudah lebih dulu memakai sistem serupa. "Kami tidak mencoba menemukan roda baru," kata McCabe. "Tujuan kami adalah memberi pemain lebih banyak kontrol atas reward yang mereka buka, dan urutan membukanya."
Perubahan ini datang di tengah momentum positif Overwatch 2. Meskipun mode Stadium baru-baru ini diumumkan tidak akan menerima konten baru lagi, laporan terbaru menyebutkan bahwa kesuksesan Overwatch 2 menjadi alasan utama Blizzard kini menjadi studio teratas di bawah naungan Xbox.
Season 4 Overwatch 2 dijadwalkan rilis pada 11 Agustus, menghadirkan hero Tank baru dari faksi MEKA, D.Mon, bersama dengan overhaul battle pass dan fitur Tier Hack. Pemain Indonesia yang aktif di server SEA perlu menyiapkan strategi baru untuk memaksimalkan reward musim depan.