MALUKU UTARA — Kontinuitas menjadi kata kunci Alpine di tengah persaingan ketat Formula 1 musim ini. Franco Colapinto akan tetap menjadi bagian dari tim pada 2027, memperkuat posisinya di samping pembalap utama asal Prancis, Pierre Gasly.
Kepastian ini datang setelah pembalap berusia 23 tahun itu mencatatkan hasil terbaiknya di Grand Prix Kanada, finis di posisi keenam. Sebelumnya, ia juga finis ketujuh di Miami.
Kinerja di Kanada dan Miami Jadi Titik Balik
Dua hasil impresif itu menjadi bukti nyata perkembangan Colapinto sejak bergabung penuh sebagai pembalap reguler. Ia menggantikan Jack Doohan yang diturunkan dari kursi balap setelah enam seri pertama musim lalu.
Direktur Eksekutif Alpine, Flavio Briatore, menegaskan bahwa performa tersebut mengonfirmasi keyakinannya terhadap Colapinto. "Kami melihat Franco benar-benar tumbuh menjadi pembalap hebat tahun ini. Hasilnya di Miami dan Montreal terutama mengonfirmasi apa yang sudah saya ketahui—bahwa Franco milik F1 dan milik tim ini," ujar Briatore.
Briatore juga menekankan pentingnya stabilitas dalam tim. Menurutnya, keputusan ini menyelesaikan satu bagian penting dari rencana jangka panjang, meski tantangan terbesar tetap pada pengembangan mobil.
Lonjakan Performa Berkat Keputusan Radikal 2025
Kebangkitan Alpine musim ini bukan kebetulan. Tim yang finis di posisi buncit klasemen pada 2025 kini duduk di peringkat keenam setelah 12 seri, dengan podium Pierre Gasly di Monako sebagai puncaknya—meski hasil itu masih bersengketa dengan McLaren.
Dua keputusan besar tahun lalu menjadi fondasi perubahan. Alpine secara efektif mengorbankan pengembangan mobil 2025 demi fokus penuh pada desain sasis baru untuk regulasi mesin tahun ini. Keputusan lain datang dari Renault, yang menghentikan program mesin F1 setelah 2025, membuat Alpine beralih ke mesin pelanggan Mercedes.
Perjalanan Colapinto: Dari Williams ke Kursi Balap Alpine
Karier Colapinto di F1 dimulai pada paruh musim 2024 bersama Williams, menggantikan Logan Sargeant. Ia kemudian direkrut Alpine sebagai pembalap cadangan untuk 2025, dengan dukungan sponsor dari Amerika Latin menjadi faktor penting dalam kesepakatan tersebut.
Colapinto sendiri mengaku bahagia dengan keputusan ini. "Saya merasa sangat senang dan betah di sini, dan lebih baik lagi kami telah membuat kemajuan signifikan tahun ini dibandingkan tahun lalu," katanya.
Sementara itu, Alpine masih menunggu keputusan banding McLaren terkait sanksi Gasly di Monako. Sidang banding digelar Selasa lalu, dan McLaren diberi tahu akan ada putusan dalam beberapa pekan.