Pencarian

Mitos Kehamilan yang Perlu Diluruskan: Olahraga, Kopi, hingga Naik Pesawat

Jumat, 28 Agustus 2026 • 18:17:01 WIB
Mitos Kehamilan yang Perlu Diluruskan: Olahraga, Kopi, hingga Naik Pesawat
Ibu hamil tetap dapat berolahraga dengan intensitas yang disesuaikan kondisi tubuh dan kebiasaan sebelumnya.

MALUKU UTARA — Kehamilan adalah fase yang membahagiakan, tapi juga sering diiringi kekhawatiran. Apalagi banyak mitos seputar kehamilan yang beredar dan membuat Bunda bingung membedakan mana fakta dan mana anggapan yang keliru. Tak sedikit yang merasa cemas karena takut mitos tersebut bisa memengaruhi perkembangan janin.

Padahal, tidak semua mitos itu benar dan perlu diikuti. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Dr. Nisha Khot, yang juga menjabat sebagai presiden Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians and Gynaecologists, menjelaskan beberapa hal yang umumnya dikhawatirkan ibu hamil sering kali tidak sesederhana yang dibayangkan.

Melansir dari laman 7News, berikut rangkuman jawaban medis untuk mitos kehamilan yang paling sering ditanyakan.

1. Bolehkah Ibu Hamil Olahraga dan Angkat Beban?

Kehamilan bukan alasan untuk berhenti bergerak, Bunda. Olahraga justru bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental ibu hamil serta dapat meningkatkan hasil kehamilan yang positif.

Kuncinya adalah menyesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebiasaan sebelum hamil. Jika Bunda sudah terbiasa lari atau latihan kekuatan, aktivitas itu bisa dilanjutkan. Namun, bagi yang sebelumnya tidak aktif, sebaiknya mulai dengan intensitas ringan.

"Dengarkan tubuh dan melambatlah bila diperlukan," pesan Dr. Khot. Ibu hamil memang lebih mudah lelah, jadi jangan memaksakan diri.

2. Apakah Ibu Hamil Masih Boleh Minum Kopi?

Kabar baiknya, Bunda tidak harus berhenti minum kopi. Hanya saja, penting untuk memperhatikan total asupan kafein harian, bukan hanya dari kopi.

Dr. Khot menjelaskan, konsumsi dua atau tiga cangkir teh atau kopi masih aman selama kehamilan. Yang perlu dihindari adalah minuman berkafein tinggi dan berkarbonasi.

Perlu diingat, kehamilan bisa mengubah cara tubuh merespons kafein. Jumlah yang dulu terasa biasa saja, kini bisa bikin Bunda gelisah atau jantung berdebar kencang.

3. Benarkah Ibu Hamil Harus Menghindari Banyak Makanan?

Daftar pantangan makanan untuk ibu hamil memang panjang, tapi tidak semua harus dihindari. Dr. Khot menegaskan, pantangan itu dibenarkan selama alasannya masuk akal, seperti menghindari risiko infeksi.

Misalnya, ibu hamil disarankan menghindari salad kemasan atau makanan yang belum matang. "Risikonya adalah tertular infeksi atau penyakit pencernaan yang sangat parah yang membuat ibu hamil sakit parah, atau tertular infeksi yang kemudian menular dari ibu hamil ke bayinya," jelasnya.

Jadi, pastikan makanan yang Bunda konsumsi sudah matang sempurna dan higienis.

4. Apakah Aman Naik Pesawat Saat Hamil?

Untuk kehamilan tanpa komplikasi, naik pesawat umumnya aman, Bunda. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, terutama risiko pembekuan darah yang memang meningkat selama kehamilan dan bisa bertambah dengan penerbangan jarak jauh.

Maskapai penerbangan biasanya punya aturan tersendiri tentang usia kehamilan untuk penumpang. "Jika kehamilan tidak menimbulkan kekhawatiran akan persalinan dini, maka tidak ada alasan mengapa ibu hamil tidak bisa terbang," ungkap Dr. Khot.

Selalu cek aturan maskapai sebelum memesan tiket. Untuk ibu hamil dengan risiko persalinan prematur, konsultasi dokter sebelum bepergian sangat disarankan.

5. Bolehkah Mandi Air Hangat?

Bunda tetap bisa menikmati mandi air hangat di rumah selama hamil. Yang perlu diperhatikan adalah suhu airnya, karena suhu tubuh ibu hamil memang sudah sedikit lebih tinggi.

Mandi dengan air yang terlalu panas bisa membuat Bunda kepanasan. Gunakan air dengan suhu hangat yang nyaman, bukan panas menyengat, dan hindari berendam terlalu lama.

6. Bolehkah Mewarnai Rambut atau Merawat Kuku?

Banyak ibu hamil bertanya-tanya soal keamanan perawatan kecantikan seperti mewarnai rambut atau perawatan kuku. Secara umum, produk perawatan yang diaplikasikan di permukaan kulit dan rambut hanya diserap dalam jumlah sangat kecil oleh tubuh.

Meski begitu, tidak ada salahnya untuk lebih berhati-hati. Pilih produk yang lebih lembut, pastikan ruangan memiliki ventilasi baik, dan konsultasikan dengan dokter jika Bunda masih ragu.

7. Apakah Berhubungan Intim Saat Hamil Aman?

Untuk kehamilan yang sehat dan normal, berhubungan intim selama kehamilan dianggap aman dan tidak akan melukai janin. Janin terlindungi oleh kantong ketuban dan otot rahim yang kuat.

Namun, jika Bunda memiliki kondisi tertentu seperti plasenta previa atau riwayat persalinan prematur, sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter kandungan. Setiap kehamilan itu unik, jadi penting untuk selalu mendengarkan saran medis yang personal.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Meski banyak mitos yang sudah diluruskan, Bunda tetap perlu waspada. Jika mengalami gejala seperti pendarahan, nyeri perut hebat, atau penurunan gerakan janin, segera hubungi dokter. Jangan ragu untuk bertanya tentang segala hal yang membuat Bunda cemas selama kehamilan.

Menjalani kehamilan dengan informasi yang benar akan membuat Bunda lebih tenang dan menikmati setiap prosesnya. Setiap tubuh Bunda berbeda, jadi selalu utamakan kenyamanan dan konsultasikan kondisi spesifik Bunda dengan tenaga medis profesional.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks