MALUKU UTARA — Dalam film ini, Joshua Griffin memerankan karakter Robin, seorang pria queer, biracial, dan autistik. Sepanjang satu tahun, Robin berjuang untuk belajar bagaimana hidup sebagai dirinya sendiri.
Sinopsis dan Premis Cerita
Masc mengangkat tema interseksionalitas dan cinta diri melalui kisah Robin. Karakter ini digambarkan sebagai pria queer, biracial, dan berada di spektrum autisme.
Perjalanan Robin selama setahun menjadi inti narasi film. Ia berupaya memahami dan menerima identitasnya di tengah berbagai lapisan pengalaman yang ia jalani.
Pandangan Sutradara Soal Representasi Autisme
Bertil Nilsson menyoroti cara karakter autistik sering digambarkan di layar lebar. Menurutnya, representasi yang ada kerap terjebak pada stereotip.
“It’s worth saying that most of the time autistic characters are portrayed as a stereotype, not a real person,” kata Nilsson.
Ia menegaskan bahwa setiap individu autistik memiliki keunikan masing-masing, begitu pula dengan Robin. Nilsson menyebut Robin tidak dimaksudkan sebagai representasi tunggal untuk autisme.
“Every autistic person is different and so is Robin. He’s not intended as a representation of autism,” ujarnya.
Kaitan dengan Representasi Queer di Film
Nilsson juga membandingkan perkembangan representasi queer dengan representasi autisme. Ia menilai karakter queer dahulu juga sering ditampilkan secara stereotip.
“I think that’s similar to how queer characters have historically been portrayed. Thankfully we now have a much richer queer representation in films and hope our film can contribute to that, as well as adding an autistic perspective,” kata Nilsson.
Lewat Masc, ia berharap film ini bisa ikut memperkaya representasi queer sekaligus menghadirkan perspektif autistik.
Cuplikan Eksklusif: Robin dan Sky
Deadline merilis cuplikan eksklusif dari Masc. Dalam adegan tersebut, Robin yang diperankan Griffin bertanya kepada Sky yang diperankan Reece King tentang tempat mendapatkan obat-obatan, khususnya crack cocaine.
Sky yang merasa khawatir mengarahkan Robin ke sesuatu yang lebih sesuai dengannya. Cuplikan ini memperlihatkan dinamika hubungan antarkarakter dalam film.
Masc menjadi salah satu judul yang tayang di seksi Next Wave Selects TIFF. Film ini menandai langkah Bertil Nilsson sebagai sutradara fitur sekaligus kolaborasinya dengan Joshua Griffin di balik dan depan layar.