Pencarian

Rupiah Melemah ke Rp17.870 per Dolar AS, Ikuti Tren Mata Uang Asia

Kamis, 24 September 2026 • 09:34:31 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.870 per Dolar AS, Ikuti Tren Mata Uang Asia
Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke Rp17.870 per dolar AS pada Kamis (24/9).

MALUKU UTARA — Nilai tukar rupiah dibuka melemah 52 poin atau 0,29 persen ke level Rp17.870 per dolar AS pada Kamis (24/9), sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang terdepresiasi terhadap greenback. Pergerakan ini dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan lonjakan harga minyak setelah Iran meragukan kemajuan perundingan perdamaian.

Pelemahan rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis (24/9) menempatkan mata uang Garuda di posisi Rp17.870 per dolar AS, turun dari level sebelumnya. Tekanan datang bukan hanya dari faktor domestik, melainkan bagian dari gelombang depresiasi yang melanda kawasan Asia.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih akan tertekan sepanjang hari. Menurutnya, dua faktor eksternal menjadi pemicu utama pergerakan ini.

"Rupiah diperkirakan dibuka melemah seiring penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Sementara itu, harga minyak kembali melonjak setelah Iran meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Mata Uang Asia Berguguran terhadap Dolar AS

Hampir seluruh mata uang utama Asia mencatat pelemahan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan memimpin depresiasi dengan penurunan 0,34 persen, disusul ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,25 persen dan peso Filipina yang melemah 0,23 persen.

  • Yuan China: turun 0,10 persen
  • Dolar Singapura: melemah 0,06 persen
  • Yen Jepang: menguat 0,24 persen
  • Dolar Hong Kong: naik 0,01 persen

Yen Jepang menjadi pengecualian di kawasan Asia dengan penguatan 0,24 persen. Pergerakan yen yang berlawanan arah ini menunjukkan dinamika pasar yang tidak seragam, dipengaruhi faktor domestik masing-masing negara.

Mata Uang Negara Maju Juga Bervariasi

Tekanan terhadap dolar AS tidak terjadi secara merata. Sejumlah mata uang negara maju justru bergerak mixed terhadap greenback. Euro Eropa turun 0,07 persen, poundsterling Inggris melemah 0,07 persen, dolar Australia terkoreksi 0,16 persen, dan dolar Kanada melemah 0,04 persen.

Franc Swiss menjadi satu-satunya mata uang negara maju yang menguat terhadap dolar AS dengan kenaikan tipis 0,02 persen. Posisi franc sebagai aset safe haven membuatnya tetap diminati di tengah ketidakpastian pasar global.

Ekspektasi Fed dan Harga Minyak Jadi Pendorong Utama

Lukman menyebut dua sentimen utama yang menekan rupiah. Pertama, pasar semakin yakin Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Ekspektasi ini mendorong investor global untuk memindahkan dana ke aset berbasis dolar AS.

Kedua, harga minyak kembali melonjak setelah Iran meragukan kemajuan perundingan perdamaian. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah biasanya berdampak langsung pada pasar energi dan memicu aksi risk-off di pasar keuangan negara berkembang.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS. Rentang tersebut mencerminkan potensi volatilitas yang masih tinggi seiring menunggu perkembangan dari pasar global.

Bagi pelaku bisnis yang memiliki eksposur terhadap dolar AS, pelemahan rupiah ini menjadi perhatian tersendiri. Importir bahan baku dan perusahaan dengan utang valas perlu mencermati pergerakan kurs untuk mengelola risiko nilai tukar. Sementara eksportir bisa memanfaatkan momentum pelemahan untuk mengoptimalkan penerimaan dalam rupiah.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks