Pencarian

Dosen Unkhair Hudan Irsyadi Raih Anugerah Tokoh Akademisi Budaya di Festival Tara No Ate Ternate

Senin, 26 Oktober 2026 • 14:31:31 WIB
Dosen Unkhair Hudan Irsyadi Raih Anugerah Tokoh Akademisi Budaya di Festival Tara No Ate Ternate
Dosen Unkhair Hudan Irsyadi menerima Anugerah Tokoh Akademisi Budaya pada malam puncak Festival Tara No Ate di Ternate.

TERNATE — Malam puncak Festival Tara No Ate menjadi ajang apresiasi bagi para pelaku, pegiat, dan pendukung kebudayaan Maluku Utara. Selain Hudan, sejumlah penerima lain menerima anugerah dalam kategori berbeda pada acara yang digelar Sabtu (24/10/2026) malam itu.

Hudan menerima penghargaan sebagai akademisi yang konsisten mengkaji dan mendorong pelestarian budaya lokal Maluku Utara, khususnya di ranah tradisi lisan. Lulusan Master Universitas Gadjah Mada itu juga dikenal aktif menyuarakan pentingnya perlindungan cagar budaya.

"Penghargaan ini bukan hanya milik saya pribadi, tetapi milik Universitas Khairun dan seluruh masyarakat Maluku Utara yang terus menjaga warisan budayanya," ujar Hudan usai menerima penghargaan.

Kritik terhadap Kebijakan Cagar Budaya Ternate

Dalam berbagai kesempatan, Hudan menegaskan bahwa Ternate layak disebut sebagai "kota seribu benteng" karena kekayaan peninggalan sejarahnya. Ia juga mengkritisi kebijakan pemerintah kota yang dinilai mengurangi kawasan cagar budaya dalam rancangan peraturan daerah.

Menurut Hudan, perlindungan cagar budaya telah diatur tegas dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 dan tidak seharusnya diabaikan. Sikap itu ia pertahankan meski bersinggungan dengan kebijakan pemkot.

Jejak Panjang di Tradisi Lisan Ternate dan Tidore

Sebagai Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Maluku Utara, peran Hudan dalam pelestarian tradisi lisan Ternate dan Tidore telah tampak jauh sebelum penghargaan diterima. Pada September 2012, ia tercatat sebagai pembicara dalam diskusi bertema "Tradisi Lisan di Ternate dan Tidore" yang digelar Ternate Heritage Society.

Topik yang dibawakannya saat itu spesifik: "Tradisi Lisan di Ternate di Tengah Himpitan Globalisasi." Keterlibatan dalam forum-forum semacam itu menunjukkan konsistensinya menjembatani dunia akademik dengan praktik kebudayaan masyarakat.

Komitmen terhadap tradisi lisan juga tercermin dalam karya akademiknya. Hudan aktif mempublikasikan riset tentang sastra lisan dan kearifan lokal Maluku Utara, termasuk kajian legenda Batu Tolu dan Batu Anyar serta Pulau Orang Kaya yang mengandung nilai penghormatan kepada keluarga kerajaan Ternate dan Tidore.

Dalam profil akademiknya, ia tercatat sebagai mantan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya sekaligus dosen Program Studi Antropologi Unkhair. Fokus risetnya mendalam pada sastra lisan Maluku Utara.

Penerima Anugerah Lain: dari Tuala Lipa hingga Minyak Cengkeh Hiri

Anugerah Pelestari Budaya diberikan kepada Pengrajin Tuala Lipa. Tuala Lipa merupakan penutup kepala tradisional Ternate yang memiliki makna filosofis mendalam, namun semakin jarang dikenal generasi muda.

Anugerah Tokoh Inspiratif Kebudayaan diraih Dr. Agus Salim Bujang. Sementara Anugerah Sanggar Seni diberikan kepada Sanggar Teater Anak Bangsa, yang dikenal aktif melibatkan anak-anak dari pulau sekitar Ternate melalui program "Teater Masuk Kampung".

Pendirinya, Zainudin M. Arie, dikenal kerap mengangkat kisah kehidupan masyarakat pinggiran dalam pementasan. Anugerah Komunitas Budaya diterima Buku Suba Institute, lembaga riset yang aktif menerbitkan kajian kearifan lokal Ternate, termasuk buku "Mengurai Kearifan Lokal Masyarakat Ternate".

Adapun Anugerah UMKM Inspiratif diberikan kepada KTH Buku Manyeku dari Pulau Hiri atas produk Minyak Cengkeh Hiri. Produk itu diolah dari daun cengkih dan menjadi bagian upaya masyarakat setempat menghidupkan kembali warisan rempah Maluku Utara.

Anugerah Media Partner Terbaik diterima Malut Post, sedangkan Anugerah Mitra Pendukung Festival diberikan kepada Bank Indonesia. Malam puncak Festival Tara No Ate ditutup dengan suasana khidmat dan penuh syukur.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks